Resign karena Stres di Tempat Kerja Bukan Hal yang Memalukan, Banyak .Alasannya!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 18:28 WIB
Ilustrasi: Resign karena stres di tempat kerja bukan hal yang memalukan, justru akan membuat kamu lebih lega. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Resign karena stres di tempat kerja bukan hal yang memalukan, justru akan membuat kamu lebih lega. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Apakah pekerjaan membuat kamu stres setiap hari? Bukan stres biasa, tetapi stres kronis yang membuat tubuh terasa lelah terus, susah tidur, mudah sakit, sulit fokus, dan mood jadi berantakan.

Kalau iya, bisa jadi tubuh kamu sedang memberi sinyal bahwa pekerjaan ini sudah terlalu berat untuk dilanjutkan.

Banyak orang berpikir bahwa solusi stres di tempat kerja adalah mencoba berbagai tips manajemen waktu atau teknik relaksasi. Tetapi, bagaimana kalau solusi paling sehat justru sederhana, yaitu resign?

Baca Juga: Jangan Cuma Sibuk Bekerja, Bangun Hubungan Baik di Kantor Juga Bikin Karir Kamu Lebih Lancar

Memang, banyak yang merasa resign karena stres itu terlihat buruk, bahkan memalukan. Padahal, itu sama sekali tidak benar! Justru itu bisa jadi keputusan paling cerdas untuk kesehatan dan masa depan kamu.

Ini beberapa alasannya:

1. Pekerjaan toxic bisa merusak kesehatan

Tubuh kamu punya batas. Kalau setiap hari dipaksa menghadapi tekanan tinggi, lama-lama imunitas turun.
Gejalanya bisa macam-macam, seperti tidur terganggu, berat badan naik atau turun drastis, mudah lelah, sering sakit flu, bahkan sulit pulih saat sakit.

Kalau dibiarkan, kesehatan bisa benar-benar hancur dan ini malah membuat kamu kesulitan mencari pekerjaan baru.

Jadi, sebelum terlambat, lebih baik mundur dulu demi kesehatan. Ingat, tidak ada pekerjaan yang sepadan dengan tubuh dan pikiran.

Baca Juga: Jangan Diam Saja, Ini Cara Elegan Keluar dari Obrolan di Kantor yang Bikin Kamu Tidak Nyaman

2. Multitasking membuat tambah stres

Sering merasa stres meskipun pekerjaan tidak terlalu parah? Bisa jadi kamu sedang multitasking, misalnya bekerja sambil kuliah, mengurus keluarga, atau punya tanggung jawab lain yang besar.

Faktanya, multitasking membuat otak kewalahan. Setelah pindah dari satu tugas ke tugas lain, otak butuh sekitar 23 menit untuk fokus lagi. Tidak heran kalau energi cepat habis dan stres menumpuk.

Kalau begitu, coba evaluasi apakah pekerjaan ini benar-benar prioritas kamu? Kalau tidak, mungkin sudah saatnya berhenti dan fokus ke hal yang lebih penting.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Lifehack

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X