“Kehidupan pribadi saya tidak akan mengganggu performa saya di kantor.”
- “Umur kamu berapa?”
Bias umur masih sering terjadi. Ini karena kandidat yang terlalu muda dianggap kurang pengalaman, sedangkan yang lebih tua dianggap susah beradaptasi.
Cara jawab yang terbaik adalah:
“Saya yakin bisa langsung berkontribusi karena pengalaman saya sudah sesuai dengan kebutuhan posisi ini.”
- “Sekarang tinggal sama siapa?”
Kadang rekruter ingin tahu soal kemandirian atau fleksibilitas kamu sebagai karyawan. Padahal, ini sebenarnya tidak relevan dengan pekerjaan.
Jawaban yang bisa kamu berikan:
“Kondisi tempat tinggal saya tidak akan menghalangi saya untuk menjalankan tanggung jawab pekerjaan.”
Baca Juga: Ini Alasan di Balik Pertanyaan 'Apa yang Memotivasi Kamu?' saat Wawancara Kerja
- “Ada masalah kesehatan?”
Pertanyaan ini cukup sensitif. Kalau tidak ada kaitannya dengan tuntutan fisik pekerjaan, sebenarnya rekruter tidak perlu tahu.
Untuk itu, kamu bisa menjawab:
“Saya dalam kondisi yang mampu menjalankan semua tugas pekerjaan. Kalau ada persyaratan khusus, saya bisa menjelaskannya lebih lanjut.”
- “Bisa kerja malam atau weekend?”
Nah, ini wajar ditanya kalau memang kebutuhan pekerjaan. Namun, pertanyaan ini kadang bisa terasa diskriminatif kalau ditujukan hanya ke kandidat tertentu.
Kamu bisa menjawab:
“Saya fleksibel untuk kebutuhan pekerjaan. Seberapa sering biasanya dibutuhkan kerja di luar jam normal?”
- “Kenapa ada gap di CV kamu?”
Celah karir memang membuat rekruter penasaran. Biasanya mereka ingin tahu apakah kamu masih update dengan skill terbaru atau tidak.