Baca Juga: Infused Coffee Meski Masih Pro-Kontra Namun Memeriahkan Coffee Scene Saat Ini
Tidak semua perusahaan suka
Meski banyak manfaatnya, tetapi ChatGPT ternyata ada juga sisi negatifnya.
Survei menemukan bahwa 29% pencari kerja ditolak karena perusahaan tahu mereka menggunakan ChatGPT. Namun, ada 55% perusahaan yang justru memuji kandidat yang memanfaatkannya.
Jadi, pandangan perusahaan memang masih terbagi.
Ada yang melihat penggunaan ChatGPT sebagai tanda pintar memanfaatkan teknologi, ada juga yang menganggapnya kurang asli.
Julia menambahkan, sebagian perekrut—terutama yang lebih tua—cenderung lebih skeptis terhadap teknologi baru. Sementara generasi muda yang sudah akrab dengan AI biasanya lebih terbuka.
Baca Juga: 4 Nama yang Jadi Kandidat Pengganti Menpora Dito Ariotedjo, Salah Satunya Raffi Ahmad
Pendapat para pemimpin bisnis
Berikut pandangan berbeda beberapa pemimpin perusahaan tentang penggunaan Chat GPT.
- Andre Kazimierski (CEO Improovy)
Menurutnya, menggunakan ChatGPT untuk ide atau latihan wawancara itu oke. Namun, jika dipakai untuk sepenuhnya menulis surat lamaran atau melewati tes seleksi, itu sudah kelewatan.
- Matthew Montez (Pendiri MCB Group)
Ia melihat ChatGPT sebagai tanda bahwa kandidat punya keterampilan digital dan tahu cara menggunakan teknologi untuk hasil yang lebih baik. Ia menekankan, harus tetap ada sentuhan pribadi yang autentik.
- Martin Gasparian (Pengacara, Maison Law)