- Paham jaringan nirkabel
Karena hampir semua kantor sekarang pakai Wi-Fi, insinyur jaringan perlu mengerti standar seperti 802.11ac atau 802.11ax, serta protokol keamanan WPA2 dan WPA3.
Bahkan, termasuk cara melakukan survei lokasi biar sinyal Wi-Fi stabil dan merata.
- Jago monitoring jaringan
Gangguan jaringan bisa membuat pekerjaan kantor berhenti total. Untuk mencegahnya, network engineering biasanya pakai tools, seperti Nagios, SolarWinds, atau PRTG.
Alat-alat ini membantu memantau performa jaringan dan mendeteksi masalah sebelum jadi besar.
- Sertifikasi itu penting
Sertifikasi seperti Cisco CCNA/CCNP, Juniper JNCIA/JNCIP, atau Palo Alto PCNSE bisa jadi nilai tambah. Sertifikat ini menunjukkan kalau insinyur jaringan memang punya keahlian khusus sesuai standar industri.
Baca Juga: Mau Jadi Insinyur Jaringan alias Network Engineer? Begini Tugas dan Kisaran Gajinya
- Soft skill juga wajib
Selain teknis, ada juga keterampilan nonteknis yang tidak kalah penting, seperti:
- Pemecahan masalah dan berpikir kritis.
- Detail-oriented.
- Komunikasi.
- Manajemen proyek.
- Adaptif dan mau belajar.
- Orientasi layanan pelanggan.
Singkatnya, bidang network engineering adalah profesi yang butuh kombinasi antara skill teknis yang kuat dan soft skill yang baik untuk memastikan jaringan perusahaan berjalan lancar, aman, dan siap menghadapi tantangan teknologi baru. ***