5. Dokumen keuangan tidak kuat
Salah satu alasan paling sering ditolak adalah bukti finansial yang tidak jelas. Pastikan kamu atau sponsor punya dana yang cukup untuk biaya kuliah dan hidup minimal satu tahun.
Jangan ada kejanggalan seperti dana baru masuk sehari sebelum mengajukan.
Baca Juga: Sistem Pajak Coretax Bikin Ribet, Menteri Keuangan Purbaya Janji Bereskan dalam Sebulan
6. Dokumen palsu
Jangan coba-coba pakai dokumen palsu. Sekali ketahuan, kamu bisa masuk daftar hitam. Lebih baik jujur dan kalau ada kekurangan, jelaskan apa adanya.
7. Pilih kampus yang meragukan
Kalau universitasnya tidak jelas atau punya reputasi buruk, peluang visanya kecil. Pilih kampus yang terakreditasi dan punya rekam jejak baik kalau mau kuliah di luar negeri.
Kalau tetap memilih kampus kecil, jelaskan alasannya dengan kuat. Misalnya, karena memilih jurusan atau dosen yang sesuai tujuan kamu.
8. Jurusan tidak sesuai dengan latar belakang
Pindah haluan boleh, tetapi harus ada penjelasan logis. Misalnya, jika kamu pindah jurusan dari teknik ke kuliner, jelaskan kalau kamu tertarik mengembangkan teknologi pangan.
Baca Juga: Mau Lebih Didengar di Kantor? Ini Trik Sederhana Biar Permintaan Kamu Lebih Mudah Dituruti
9. Terlalu bergantung pada agen
Boleh pakai jasa agen, tetapi jangan serahkan semuanya. Periksa sendiri dokumen kamu dan latih jawaban wawancara. Ingat, yang dinilai adalah kamu, bukan agen.
Bagaimana kalau visa sudah terlanjur ditolak? Jangan panik. Mintalah surat penolakan, baca alasannya, lalu perbaiki.