9 Kesalahan Fatal yang Bikin Visa Pelajar Kamu Ditolak dan Cara Menghindarinya

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 24 September 2025 | 10:12 WIB
Ilustrasi: Ada beberapa alasan mengapa visa pelajar kamu ditolak, salah satunya: kampus yang kamu pilih meragukan. (Freepik)
Ilustrasi: Ada beberapa alasan mengapa visa pelajar kamu ditolak, salah satunya: kampus yang kamu pilih meragukan. (Freepik)

5. Dokumen keuangan tidak kuat

Salah satu alasan paling sering ditolak adalah bukti finansial yang tidak jelas. Pastikan kamu atau sponsor punya dana yang cukup untuk biaya kuliah dan hidup minimal satu tahun.

Jangan ada kejanggalan seperti dana baru masuk sehari sebelum mengajukan.

Baca Juga: Sistem Pajak Coretax Bikin Ribet, Menteri Keuangan Purbaya Janji Bereskan dalam Sebulan

6. Dokumen palsu

Jangan coba-coba pakai dokumen palsu. Sekali ketahuan, kamu bisa masuk daftar hitam. Lebih baik jujur dan kalau ada kekurangan, jelaskan apa adanya.

7. Pilih kampus yang meragukan

Kalau universitasnya tidak jelas atau punya reputasi buruk, peluang visanya kecil. Pilih kampus yang terakreditasi dan punya rekam jejak baik kalau mau kuliah di luar negeri.

Kalau tetap memilih kampus kecil, jelaskan alasannya dengan kuat. Misalnya, karena memilih jurusan atau dosen yang sesuai tujuan kamu.

8. Jurusan tidak sesuai dengan latar belakang

Pindah haluan boleh, tetapi harus ada penjelasan logis. Misalnya, jika kamu pindah jurusan dari teknik ke kuliner, jelaskan kalau kamu tertarik mengembangkan teknologi pangan.

Baca Juga: Mau Lebih Didengar di Kantor? Ini Trik Sederhana Biar Permintaan Kamu Lebih Mudah Dituruti

9. Terlalu bergantung pada agen

Boleh pakai jasa agen, tetapi jangan serahkan semuanya. Periksa sendiri dokumen kamu dan latih jawaban wawancara. Ingat, yang dinilai adalah kamu, bukan agen.

Bagaimana kalau visa sudah terlanjur ditolak? Jangan panik. Mintalah surat penolakan, baca alasannya, lalu perbaiki.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: rediff

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X