Pejuangkantoran.com - Bekerja di perusahaan yang sama selama bertahun-tahun bisa membuat kamu merasa aman. Ini karena kamu sudah nyaman, hafal ritme kerja, dan mungkin sudah yakin, “Aku bakal pensiun di sini.”
Namun, kenyataannya hidup kadang tidak sebaik itu.
Bayangkan saat tiba-tiba kamu dipanggil HR dan diberi kabar kalau posisi kamu dihapus dan kamu resmi di-PHK. Mengejutkan, memang. Namun, kamu tidak sendirian.
PHK massal sekarang ini memang sedang banyak terjadi, bahkan terjadi di perusahaan besar. Meski begitu, ini tetap saja membuat pekerja lama yang sudah loyal bertahun-tahun merasa jauh lebih berat.
Kalau kamu sedang mengalaminya, berikut langkah realistis yang bisa kamu ambil untuk bangkit lagi.
- Urus hak PHK sesuai peraturan di Indonesia
Sebelum buru-buru cari kerja, pastikan dulu hak kamu sebagai pekerja terpenuhi. Di Indonesia, karyawan yang di-PHK berhak atas:
- Uang pesangon;
- Uang penghargaan masa kerja;
- Uang penggantian Hak, misalnya sisa cuti atau fasilitas yang belum digunakan.
Baca Juga: Rencana Praktis 7 Hari Pasca Kena PHK yang Baik Untuk Dijalani Agar Mental Kamu Pulih
Minta perusahaan memberikan surat PHK resmi dan rincian perhitungan pesangon secara tertulis. Kalau jumlahnya tidak sesuai aturan, kamu bisa konsultasi ke Dinas Ketenagakerjaan atau serikat pekerja.
Kalau kamu terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, kamu juga bisa mengajukan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) untuk mendapatkan uang tunai bulanan, pelatihan kerja, dan akses rekomendasi lowongan.
Dengan begitu, kamu punya pegangan finansial sebelum mulai melamar lagi.
- Istirahat dulu untuk pulihkan mental
Kehilangan pekerjaan itu bukan cuma soal finansial, tetapi juga mental. Jadi, tidak apa-apa kalau kamu mau istirahat dulu.
Kamu bisa staycation, jalan-jalan sebentar ke tempat keluarga, atau sekadar ambil waktu untuk diri sendiri. Intinya, berikan diri ruang tenang untuk memproses semuanya.
Baca Juga: Anies Baswedan Tanggapi PHK Massal yang Bikin Pekerja Pindah ke Sektor Informal, Ini Sarannya!
- Tentukan arah karier selanjutnya
Kalau kamu memang masih betah di bidang sebelumnya, lanjut saja. Namun, kalau selama ini sebenarnya kamu sudah mulai bosan atau ingin pindah jalur, ini momen terbaik untuk refleksi.