Pejuangkantoran.com - Akhir-akhir ini, berita soal PHK seperti tidak ada habisnya. Perusahaan besar mengurangi karyawan, usaha kecil kesulitan membayar gaji, dan industri yang dulu dianggap aman pun mulai goyah.
Akibatnya, banyak pekerja, mungkin juga termasuk kamu, tidur dengan perasaan was-was. Kamu jadi sering bertanya-tanya, “Kalau besok tiba-tiba kena PHK, aku harus bagaimana?”
Perasaan khawatir seperti itu wajar. Namun, menurut pakar ketenagakerjaan, terlalu banyak khawatir justru tidak membantu. Hal yang lebih penting adalah bersiap, bukan khawatir berlebihan.
Mengapa banyak orang merasa khawatir?
Salah satu penyebab utama kekhawatiran terhadap PHK adalah tekanan ekonomi yang makin berat. Harga kebutuhan pokok naik, cicilan jalan terus, sedangkan pemasukan tidak bertambah.
Jadi, rasa khawatir kehilangan sumber pendapatan memang masuk akal.
Meski begitu, seperti yang dikatakan oleh Jeri Hawthorne, Kepala HR di sebuah perusahaan besar, “Kita tidak bisa mengontrol apakah kita akan terkena PHK. Namun, yang bisa kita kontrol hanyalah seberapa siap kita menghadapinya.”
Kalimat itu memang benar seperti itu adanya.
PHK bisa terjadi bukan hanya karena performa kamu buruk. Banyak orang kehilangan pekerjaan karena restrukturisasi perusahaan, merger, efisiensi biaya, atau keputusan manajemen. Semua itu berada di luar kendali kamu.
Baca Juga: Rencana Praktis 7 Hari Pasca Kena PHK yang Baik Untuk Dijalani Agar Mental Kamu Pulih
Jadi, apa yang bisa kamu lakukan? Agar lebih tenang menghadapi ketidakpastian, berikut langkah proaktif yang bisa kamu lakukan.
- Mulai bangun dana darurat
Tanyakan ke diri sendiri, “Kalau besok tidak terima gaji, aku bisa bertahan hidup berapa lama?”
Idealnya, kamu punya tabungan untuk biaya hidup 3 – 6 bulan. Namun, kalau belum bisa, jangan berkecil hati. Mulai saja dari kecil, misalnya sisihkan Rp200.000 – Rp500.000 per bulan. Pastikan saja kamu konsisten melakukannya.
- Tingkatkan kinerja dan komunikasi dengan atasan
Pastikan kamu paham apa yang dianggap sukses oleh atasan. Kalau ada hal yang kurang, jangan diam saja. Kamu bisa bicara, minta arahan, dan tunjukkan upaya perbaikan.