PejuangKantoran.com - Senyaman apa pun tempat kerja, pasti ada rekan kerja yang selalu memancarkan energi negatif. Orang ini selalu saja merasa hari kerjanya berat, rapat buang-buang waktu, bahkan sulit menerima ide baru.
Sikap seperti ini dapat menular dan membuat suasana kerja menjadi suram. Ini karena negativitas di tempat kerja memengaruhi semangat seluruh tim. Meski sulit menghindar dari orang seperti ini, kamu tetap bisa menjaga energi dan suasana hati kamu sendiri.
Berikut beberapa cara yang dapat membantu menghadapi rekan kerja toxic tanpa ikut terbawa suasana.
Baca Juga: Grammarly Ganti Nama Jadi Superhuman, Era Baru Asisten AI yang Lebih Cerdas dan Terhubung
- Tetap tenang dan jangan menyamai energi mereka
Kesalahan paling umum adalah membalas sikap negatif dengan emosi yang sama. Saat seseorang bersikap sinis atau suka mengkritik, reaksi spontan biasanya adalah membela diri atau berdebat. Padahal, hal itu hanya memperburuk keadaan.
Kita cenderung meniru emosi orang lain tanpa sadar. Karena itu, penting untuk tetap netral. Memberikan jawaban singkat dan sopan sudah cukup. Menjaga ketenangan bukan berarti membiarkan perilaku buruk, tetapi tidak perlu menambah kekacauan.
- Jaga batas emosional
Sering terpapar energi negatif dapat membuat kamu lelah dan itu manusiawi. Karena itu, penting untuk punya batas emosional.
Hal ini bisa dilakukan dengan memilih untuk tidak ikut bergabung di grup yang suka mengeluh, makan siang dengan rekan yang positif, atau menghindari percakapan penuh drama.
Menjaga ruang mental bukan berarti tidak peduli, tetapi tahu kapan harus fokus pada diri sendiri. Batasan bukan tembok, melainkan penyaring yang membantu menjaga energi diri.
Baca Juga: Ambersof (PT Amber Solusi Internasional) Buka Lowongan Kerja Fresh Graduate Business Analyst
- Pahami akar masalahnya
Orang yang bersikap negatif seringkali membawa beban lain. Mereka mungkin stres, ingin diperhatikan, atau tidak puas dengan pekerjaannya. Dengan memahami hal ini, kamu bisa menanggapinya dengan empati.
Misalnya, kamu bisa bilang, “Kedengarannya kamu lagi stres, udah coba bahas sama atasan?”
Kalimat seperti ini membantu mengarahkan percakapan ke solusi, bukan drama. Ini bukan berarti kamu setuju, tetapi mencoba memahami bahwa sikap orang lain sering berasal dari hal yang belum terselesaikan.
- Arahkan pembicaraan ke solusi
Orang negatif biasanya suka berputar dalam satu masalah. Saat hal itu terjadi, arahkan pembicaraan dengan lembut ke arah tindakan.