- Memasukkan pesan EVP ke dalam narasi komunikasi eksternal (kampanye, media, laporan tahunan).
- Bekerja sama dengan HR dalam konten employer branding digital (LinkedIn, Instagram, YouTube).
- Menjaga keselarasan antara brand konsumen dan brand karyawan (consumer brand vs employer brand alignment).
Pimpinan / Top Management
Fokus: Menjadi role model dan pengarah strategis EVP.
Tugas:
- Menetapkan arah strategis EVP sesuai visi, misi, dan tujuan bisnis perusahaan.
- Memberikan dukungan sumber daya (anggaran, kebijakan, pelatihan).
- Mencontohkan perilaku dan nilai yang menjadi bagian dari EVP (walk the talk).
- Menyampaikan pentingnya EVP dalam komunikasi internal perusahaan.
Line Manager / Supervisor
Fokus: Menghidupkan EVP dalam keseharian tim.
Tugas:
- Menerapkan nilai EVP dalam gaya kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
- Membangun lingkungan kerja sesuai budaya EVP (misal: kolaboratif, terbuka, inklusif).
- Memberikan umpan balik dan pengakuan yang memperkuat nilai-nilai EVP.
- Menjadi jembatan komunikasi antara karyawan dan manajemen tentang persepsi EVP.
Baca Juga: Employee Experience akan Menguntungkan Perusahaan, Bagaimana Pemimpin Bisa Memberikannya?
Karyawan (Employee Ambassador)
Fokus: Menjadi wajah nyata EVP di publik.
Tugas:
- Membagikan pengalaman positif melalui testimoni, media sosial, atau acara kampus.
- Berpartisipasi dalam program employee advocacy dan internal storytelling.
- Memberi masukan jujur untuk memperkuat dan memperbarui EVP.
Nah, kamu ada di divisi apa? ***