kubikel

Lampu Merah Ketika Karyawan Kantor Didominasi Cenderung Takut Salah dan Saling Menyalahkan!

Senin, 24 November 2025 | 15:20 WIB
Keika lingkungan kerja didominasi orang saling menyakahkan dan takut salah, maka itu pertanda lampu merah! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Semoga kamu belum pernah mendengar kalimat yang kurang lebih bunyinya seperti ini di kantor, “Jangan sampai salah, ya, bikin malu Perusahaan.”

Ini kalimat yang sering kali muncul dari atasan atau pimpinan yang terkesan wajar, namun sebenarnya bisa menjadi indikasi adanya performance-avoidance climate.

Dalam konteks pekerjaan/kantor, performance-avoidance climate adalah iklim kerja di mana karyawan lebih berfokus untuk menghindari terlihat gagal, tidak kompeten, atau tampil lebih buruk daripada orang lain, daripada berfokus untuk berkembang atau menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Intiinya ini adalah suasana kantor yang membuat karyawan takut terlihat, buruk, takut salah dan gagal yang mendorong mereka untuk lebih fokus menghindari hal-hal yang terlihat salah tersebut dibanding berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya.

Konsep ini berasal dari Achievement Goal Theory (AGT) yang dikembangkan oleh Carole Ames, John Nicholls, serta dilanjutkan oleh Andrew Elliot dan Carol Dweck.

Baca Juga: 5 Ciri-ciri Bos Toxic yang Bikin Kamu Nggak Berkembang di Kantor

Dalam AGT, iklim untuk kontekstual kerja dipengaruhi oleh tujuan yang ditekankan dalam lingkungan, apakah orientasinya karyawan paham permasalahan dan menguasai persoalan (mastery) atau cenderung ke performance (tampilan).

Di dalam performance goals, ada dua jenis, yaitu performance-approach goals, ketika seseorag ingin terlihat unggul dan performance-avoidance goals, ketika seseorang cenderung ingin menghindari terlihat buruk.

Performance-avoidance climate merujuk pada lingkungan yang mendorong tipe kedua ini.

Performance-avoidance climate adalah lingkungan kerja. Sebuah lingkungan kerja dianggap seperti ini bila:

  • Orang takut salah atau takut dikritik.
  • Kesalahan dilihat sebagai kelemahan, bukan kesempatan belajar.
  • Karyawan enggan bertanya karena takut dianggap tidak kompeten.
  • Penilaian/pengecekan kinerja sangat menekankan ranking atau perbandingan antarkaryawan.
  • Manajer sering menyoroti siapa yang “kurang bagus”.
  • Budaya “asal aman”, bukan berinovasi.

Baca Juga: Emosi Negatif Harus Mulai Dinormalisasi di Lingkungan Kerja Tak Perlu Lagi Disembunyikan, Namun Dengan Syarat!

Penyebabnya Apa?

Penyebab performance-avoidance climate adalah dari kombinasi faktor organisasi, gaya manajemen, dan psikologis sosial. Dalam teori Achievement Goal Theory (AGT) iklim seperti ini terbentuk ketika lingkungan lebih menekankan “jangan salah”, “jangan terlihat buruk”, dan “jangan gagal”, dibanding “ayo berkembang” atau “ayo belajar”.

Berikut ini penyebab-penyebab utamanya:

Halaman:

Tags

Terkini