- Budaya menyalahkan;
- Perbandingan antarpegawai;
- KPI yang menghukum;
- Minim psychological safety;
- Micromanagement;
- Kompetisi negatif;
- Tidak menghargai proses belajar;
- Tekanan dan ketidakpastian;
- Ekspektasi yang tidak jelas.
Sudah tentu ada dampak buruk dari performance-avoidance climate. Temuan dari studi AGT dan penelitian organisasi menunjukkan fakta bahwa perilaku buruk di kantor ini bisa membawa dampak:
- Menurunkan motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang muncul ketika seseorang merasa apa yang dia kerjakan terasa menyenangkan, berarti, memuaskan, atau selaras dengan nilai pribadi, bukan karena imbalan eksternal seperti uang, pujian, atau tekanan.
- Meningkatkan kecemasan kerja dan stres.
- Menurunkan kreativitas dan inovasi.
- Mendorong perilaku defensif, seperti menyembunyikan kesalahan atau memanipulasi data.
- Kinerja jangka panjang menurun.
Dan itu semua dampaknya bisa langsung kepada kinerja Perusahaan. ketika kinerja menurun, pada akhirnya semua yang menjadi bagian dari Perusahaan tersebut merugi.
Bahkan jika dibiarkan beralurt-larut tanpa ada pembenahan, bukan tidak mungkin Perusahaan terpaksa harus ditutup dan sudah pasti ada lay-off, suatu hal yang tidak pernah diinginkan siapa pun dalam kondisi seperti saat ini. ***
Artikel Terkait
4 Pertanyaan untuk Merespons Feedback Atasan saat Performance Reviews biar Nggak Bikin Demotivasi
Menjaga Persaingan Sehat di Kantor, Bisa Jadi Motivasi atau Justru Bikin Stres?
Time Management Itu Nggak Gampang, Ini 7 Keterampilan Manajemen Waktu dan Organisasi yang Bikin Hidup Lebih Teratur
Karyawan dengan Kinerja yang Baik Belum Tentu Jadi Pemimpin Hebat. Apa yang Salah?
Hati-Hati, Ini 9 Tanda Rekan Kerja Diam-diam Ingin Merusak Reputasi Kamu di Tempat Kerja!
Waspada Dengan Perilaku Menjatuhkan di Tempat Kerja. Kenali Tanda-Tandanya dan Cara Mengatasinya!