kubikel

10 Langkah Bagi Content Creator Specialist Untuk Menyusun Content Pillar

Jumat, 19 Desember 2025 | 15:07 WIB
Menyusun content pillar harus mempertimbangkan target audiens salah satunya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

STEP 3 — Petakan masalah dan kebutuhan audiens

Gunakan pendekatan problem-based mapping beradasarkan audiens. Buatlah daftar:

  • Kesulitan utama audiens;
  • Pertanyaan yang sering muncul dari audiens;
  • Kesalahan umum yang dialami audiens;
  • Kebutuhan praktis audiens.

Contoh:

  • Freelance tidak paham dengan SOP sebagai tenaga lepas.
  • Work-life balance.
  • Manajemen waktu.

Output step 3: Buat daftar 10–20 masalah nyata yang sering terjadi pada audiens.

STEP 4 — Kelompokkan masalah menjadi tema besar

Mulai membentuk content pillar dengan diawali mengelompokkan masalah yang mirip ke dalam tema inti.

Contoh pengelompokan:

  • Tidak paham SOP:  Pemahaman tentang dasar konsep standar kerja perusahaan.
  • Masalah work-life balance:  Memahami konsep dan teknis menjaga work-life balance.
  • Manajemen waktu:  Teknikal keterampilan profesional.

Prinsip penting:

  • Satu pillar, satu fokus;
  • Hindari tumpang tindih;
  • Idealnya ada 3–5 pillar. 

Baca Juga: 12 Skill atau Keterampilan Yang Wajib Dimiliki Seorang Content Creator Specialist!

STEP 5 — Uji relevansi dan kelayakan tiap pillar

Gunakan 3 pertanyaan filter:

  1. Apakah pillar ini penting bagi audiens?
  2. Apakah pillar ini selaras dengan tujuan?
  3. Apakah kamu bisa konsisten memproduksi konten di pillar ini?

Jika salah satu jawabannya “tidak”, maka revisi atau buang pilar tersebut.

STEP 6 — Beri nama pillar yang spesifik dan operasional

Nama pilar harus:

  • Deskriptif (jelas isinya);
  • Mudah dipahami;
  • Bisa jadi “payung konten”.

Kurang baik: Edukasi

Halaman:

Tags

Terkini