Pejuangkantoran.com – Pernyataan Presiden Prabowo tentang durasi jam kerja yang 10 jam dan lalu ditimpali oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang akan kerja 20 jam per hari dan meminta jajaran stafnya untuk bisa bekerja 17 jam sehari, mendapatkan berbagai macam respon dari publik.
Seperti dari akun X @ren_imanovic yang menanggapi dengan komentar yang intinya mennyebutkan bahwa jika mau efisiensi, harusnya durasi 8 jam sudah cukup. Akun ini juga mempertanyakan bahwa 17 jam itu mau digunakan untuk kerja apa.
“Kalau cuma nongkrong doang mah pakai AC, listrik, air, dll tapi output nggak ada ya Namanya mubazir, mending kerja sat set, pulang ketemu keluarga,” kata akun ini.
Komentar ini sebenarnya kurang lebih sama dengan apa yang ditulis di web site World Economic Forum (weforum.org – 22/09/2021) yang berjudul This is how shorter working hours can affect your productivity.
Artikel ini menyebutkan bahwa hubungan jam kerja panjang dan produktivitas tidaklah linier. Prroduktivitas pekerja tidak lalu meningkat jika jam kerja ditambah. Apalagi ketika pekerja sudah bekerja pada jam yang panjang.
Grafik hubungan antara durasi jam kerja dengan produktivitas justru menunjukkan pada titik tertentu, yaitu semakin banyak jam kerja malah menurunkan output per jam karena kelelahan.
Baca Juga: 4 Cara untuk Mengurangi Jam Kerja dalam Seminggu, Tak Perlu Lagi Kerja “9 to 5” Setiap Hari
Jam Kerja Lebih Pendek Lebih Produktif
Ini relate dengan tulisan John H. Pencavel dari Stanford Institute for Economic Policy Research (SIEPR) dan IZA Institute of Labor Economics yang berjudul Recovery from Work and the Productivity of Working Hours, seperti yang dimuat di papers.ssrn.com.
Ia memberikan hipotesis bahwa pekerja perlu memulihkan diri dari pekerjaan dan jam kerja di weekdays yang panjang. Keduanya mengakibatkan kelelahan dan stres yang lebih besar, namun tidak memberikan waktu yang cukup untuk pemulihan untuk bekerja di pekan berikutnya.
Artikel ini juga mengutip sebuah studi empiris di Jepang pada sebuah perusahaan arsitektur dan konsultan. Studi empiris ini bertujuan untuk melihat bagaimana jam kerja dan produktivitas tim berubah selama dan setelah krisis ekonomi pada tahun 2008-2009.
Dari studi ini menunjukkan bahwa dengan jam kerja yang lebih pendek, produktivitas tim ternyata malah lebih. Ini dikarenakan pekerja lebih bugar sehingga mampu untuk lebih berkonstrasi dan fokus.
Dengan jam kerja yang berkurang, maka waktu kerja benar-benar menjadi lebih terkonsentrasi pada anggota tim yang produktif. Ukuran tim bisa kecil namun produktivitas meningkat.
Overworking Berdampak Pada Kesehatan