4. Tentukan tujuan yang benar
Sebelum memilih tindakan, tentukan:
- Apa hasil terbaik yang ingin dicapai?
- Pekerjaan selesai?
- Hubungan kerja tetap baik?
- Etika terjaga?
- Risiko diminimalkan?
Umumnya, tTanpa tujuan yang jelas, tindakan mudah melenceng atau tidak tepat sasaran.
5. Susun beberapa opsi tindakan
Biasakan berpikir lebih dari satu pilihan:
- Opsi pasif;
- Opsi konfrontatif;
- Opsi kolaboratif;
- Opsi procedural.
Eliminasi opsi ekstrem (terlalu pasif atau terlalu agresif).
Baca Juga: Gunakan Emphaty Taking Agar Punya Keputusan yang Lebih Manusiawi dan Kontekstual
6. Analisis konsekuensi jangka pendek dan panjang
Untuk tiap opsi, pikirkan:
- Dampak langsung.
- Risiko tersembunyi.
- Dampak pada hubungan, reputasi, dan kepercayaan.
- Preseden yang tercipta untuk masa depan.
Judgement matang mempertimbangkan efek berantai yang akan diakibatkan, bukan hanya hasil cepat.
7. Pilih tindakan paling proporsional
Ciri tindakan yang tepat:
- Masalah ditangani.
- Pihak terkait dihormati.
- Aturan dan etika dipatuhi.
- Tidak memperkeruh situasi.
Biasanya jawabannya bukan yang paling keras atau paling aman, tetapi yang paling seimbang.
8. Komunikasikan dengan cara yang tepat
Bukan hanya apa yang dilakukan, tetapi bagaimana melakukannya: