4. Tentukan tujuan yang benar
Sebelum memilih tindakan, tentukan:
- Apa hasil terbaik yang ingin dicapai?
- Pekerjaan selesai?
- Hubungan kerja tetap baik?
- Etika terjaga?
- Risiko diminimalkan?
Umumnya, tTanpa tujuan yang jelas, tindakan mudah melenceng atau tidak tepat sasaran.
5. Susun beberapa opsi tindakan
Biasakan berpikir lebih dari satu pilihan:
- Opsi pasif;
- Opsi konfrontatif;
- Opsi kolaboratif;
- Opsi procedural.
Eliminasi opsi ekstrem (terlalu pasif atau terlalu agresif).
Baca Juga: Gunakan Emphaty Taking Agar Punya Keputusan yang Lebih Manusiawi dan Kontekstual
6. Analisis konsekuensi jangka pendek dan panjang
Untuk tiap opsi, pikirkan:
- Dampak langsung.
- Risiko tersembunyi.
- Dampak pada hubungan, reputasi, dan kepercayaan.
- Preseden yang tercipta untuk masa depan.
Judgement matang mempertimbangkan efek berantai yang akan diakibatkan, bukan hanya hasil cepat.
7. Pilih tindakan paling proporsional
Ciri tindakan yang tepat:
- Masalah ditangani.
- Pihak terkait dihormati.
- Aturan dan etika dipatuhi.
- Tidak memperkeruh situasi.
Biasanya jawabannya bukan yang paling keras atau paling aman, tetapi yang paling seimbang.
8. Komunikasikan dengan cara yang tepat
Bukan hanya apa yang dilakukan, tetapi bagaimana melakukannya:
Artikel Terkait
7 Skill yang Perlu Dimiliki Tim Procurement untuk Memandu Keputusan Pembelian di Perusahaan
Beda Analytical Thinking dan Critical Thinking, Dua Skill yang Dibutuhkan untuk Mengambil Keputusan
Nemawashi, Filosofi Jepang yang Membantu Kita Membuat Keputusan yang Bikin Orang Merasa Dilibatkan
Menurut Ahli Karier dari LinkedIn Ambisi Tenang Itu Membuatmu Bijak Mengambil Keputusan Karier
Apa Kata Mendiang Steve Jobs Soal Keputusan Karier untuk Keluar, Berubah Arah, atau Bertahan di Pekerjaan Saat Ini?
Gunakan 70% Rule dari Founder Amazon untuk Membuat Keputusan yang Cepat dan Tepat di Era Teknologi Ini