Pejuangkantoran.com – Dunia kerja modern seperti saat ini benar-benar seperti sedang berlari sprint-marathon. Kita dituntut untuk kerja cepat namun juga wajib punya endurance (daya tahan) yang tinggi karena “garis finish” yang bisa jadi berubah karena dinamika.
Lingkungan kerja seperti ini ditandai dengan ciri-ciri:
- Notifikasi konstan (email, chat, meeting mendadak);
- Switching task tinggi (context switching);
- Ekspektasi respons cepat;
- Informasi berlimpah;
- Hybrid / remote work.
Hal-hal seperti ini tak jarang menjadikan distraksi yang sulit dihindari. Bayangkan saja, email atau nofifikasi pesan singkat terus masuk tanpa henti. Permintaan chat atau Zoom meeting yang mendesak serta tiba-tiba.
Belum lagi durasi meeting yang kadang tidak masuk akal, sehingga tak jarang berdampak pada molornya waktu kerja yang menyebabkan overwork.
Dalam kondisi seperti ini, kamu wajib menerapkan metode timeboxing.
Baca Juga: 9 Langkah Sederhana untuk Meningkatkan Produktivitas dan Manajemen Waktu Kamu di Tempat Kerja
Timeboxing adalah teknik manajemen waktu di mana seseorang atau tim mengalokasikan durasi waktu yang tetap dan terbatas untuk menyelesaikan suatu tugas, lalu berhenti ketika waktu tersebut habis (terlepas dari apakah tugas sudah sempurna atau belum.)
Fokus utamanya bukan “menyelesaikan sampai tuntas”, tetapi bekerja optimal dalam batas waktu yang sudah ditentukan.
Ya, dunia kerja saat ini langka bukan waktu namun fokus. Timeboxing akan membantumu mengelola sumber daya kognitif, bukan hanya sekadar membuat jadwal.
Jadi, intinya timeboxing itu membatasi sebuah pekerjaan (task) dengan waktu. Kita hanya dituntut fokus pada satu pekerjaan dalam satu jangka waktu tertentu.
Misal, jika diterapkan dalam pekerja kantoran yang waktu kerjanya jam 09:00-18:00:
- 09.00–09.30: Membuka email, membalas emai, dan sebagainya;
- 09.30–11.00: Mengerjakan proyek utama;
- 13.00–14.30: Deep work, konsentrasi penuh (tanpa distraksi) pada tugas yang menuntut kemampuan kognitif tinggi dengan harapan output bernilai tinggi dan berkualitas.
- 16.30–17.00: Melakukan pekerjaan administrasi, seperti mengirim invoice/reimburse, melengkapi dokumen laporan dari divisi lain, dan sebagainya.
Struktur ini mencegah hari kerja “terserap” oleh distraksi.
Manfaat Utama Timeboxing
Dalam konteks kerja modern yang cepat dan penuh distraksi, timeboxing memberikan banyak manfaat, yaitu: