- Berapa lama tugas benar-benar memakan waktu;
- Mana tugas yang sering under-estimated;
- Mana yang bisa dipercepat.
Ini penting dalam manajemen proyek modern, termasuk pendekatan Agile seperti yang dikembangkan oleh Agile Alliance. Pendekatan Agile adalah pendekatan manajemen proyek dan pengembangan produk (terutama perangkat lunak) yang iteratif, inkremental, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan.
5. Mengurangi Decision Fatigue
Tanpa struktur waktu, kita terus membuat keputusan kecil, seperti:
- Kerjakan apa sekarang?
- Balas email dulu?
- Meeting dulu?
Timeboxing menghilangkan sebagian besar keputusan mikro tersebut.
Baca Juga: Kamu Kesulitan Dalam Manajemen Waktu Kerja? Gunakan Teknik Pomodoro Untuk Solusinya!
6. Meningkatkan Sense of Accomplishment
Setiap timebox yang selesai memberikan:
- Rasa progress;
- Bukti kerja nyata;
- Motivasi untuk blok berikutnya.
Ini penting secara psikologis dalam pekerjaan jangka panjang.
7. Membantu Work-Life Balance
Jika diterapkan dengan disiplin, maka timeboxing meberimu:
- Ada hard stop time;
- Ada jadwal istirahat;
- Ada waktu pemulihan.
Produktivitas menjadi sustainable.
***
Artikel Terkait
5 Trik Melakukan Power Nap Di kantor Agar Efektif Membuatmu Bugar Kembali
Panduan dan Contoh Prompt yang Bisa Digunakan Manajer Dalam Mengatur Manajemen Waktu
Ini Alasan Mengapa Harus Break Time Jam 3 Sore. Begini Cara Memaksimalkan Istirahat Kamu!
One-on-One Meeting Sering Dianggap Menghabiskan Waktu, Ini Solusi ala CEO Airbnb dan Nvidia
Alih-alih Melakukan Work-Life Balance, Lakukan Work-Life Integration yang Lebih Realistis Saat Ini
Microshifting, Cara Kerja Fleksibel yang Membantu Karyawan Bekerja di Waktu Terbaik Mereka