Pejuangkantoran.com – Mantan pionir marketing Apple yag sekarang menjadi evangelist di Canva, Guy Kawasaki, work-life balance bukanlah milik orang yang sedang mengawali karier.
Menurut Kawasaki, work-life balance adalah permainan jangka panjang. Untuk mencapainya, kamu harus bekerja keras melewati jam kerja yang panjang dan kondisi yang sulit di awal.
Namun, hasil dari perjuangan dari awal itu baru bisa kamu petik ke depan di mana kamu akan mendapat lebih banyak fleksibilitas dan kebebasan.
Kawasaki malah mendesak para profesional muda untuk tidak terjebak dalam harapan bahwa hidup akan mulus dan seimbang sejak awal. Jalan menuju kesuksesan itu berliku-liku, penuh jam kerja panjang, dan sering kali memerlukan pengorbanan.
Sementara itu, alih-alih menyarankan work-life balance, Stewart D. Friedman (Wharton School, University of Pennsylvania) menjadi salah satu akademikus yang menyarankan agar kita mengalihkan fokus dari balance (keseimbangan) ke integration (harmoni).
Jadi bukan lagi work-life balance namun work-life integration. Praktik work-life integration ini sebenarnya sudah popular di kalangan start up dan dunia teknologi.
Sekitar tahun 2010-an, perusahaan seperti Google, Apple, dan Netflix mulai mendorong work-life integration melalui kebijakan fleksibilitas kerja, remote working, dan budaya kerja berbasis hasil, bukan jam kerja.
Baca Juga: Dari Selandia Baru hingga Brasil, Ini 10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik di Dunia 2025
Filosofi dari work-life integration adalah “Work is part of life, not separate from it.”
Work-life integration adalah pendekatan modern untuk menyeimbangkan antara tanggung jawab pribadi dan profesional di mana pekerjaan dan kehidupan dipadukan, bukan dipisahkan secara kaku.
Prinsip ini memandang bahwa "pekerjaan" dan "kehidupan" adalah dua hal yang harus dipadukan secara harmoni, bukan dua hal yang bersaing dan harus diseimbangkan (seperti dalam work-life balance).
Dengan mengharmonikan keduanya, maka “pekerjaan” dan “kehidupan” dapat hidup berdampingan dengan lancar berdasarkan prioritas dan fleksibilitas pribadi.
Ide Utama Work-life Integration
Ide utama dari work-life integration adalah fleksibilitas tanpa batasan. Bisa jadi kamu menangani tugas pribadi selama hari kerja, lalu menyelesaikan pekerjaan profesional di malam hari.
Artikel Terkait
7 Cara Elegan Menjaga Ruang Pribadi di Tempat Kerja, Supaya Rekan Kerja Tidak Terlalu Ikut Campur
Work Life Balance, Mitos atau Fakta? Yuk Cek Keseimbangan Hidup Kamu
Peraturan dan Undang-Undang Yang Memayungi Terjaminnya Work-Life Balance di Tempat Kerja
Studi Ungkap Gen Z Merasa Tak Nyaman Melihat Ibu Menyusui di Ruang Publik, Privasi Jadi Faktor Utama
Jangan Terlalu Fokus Mengejar “Pekerjaan Impian” karena Prioritas yang Kamu Cari Bisa Terus Berubah