PejuangKantoran.com - Belakangan ini, banyak yang membahas bagaimana resiliensi atau ketangguhan menjadi modal utama seorang pemimpin. Dengan ketangguhan itu, akan terlihat betapa kuatnya mereka bertahan di tengah badai.
Namun Mike James Ross, konsultan kepemimpinan di Egon Zehnder, punya pendapat yang cukup berani. Menurutnya, masa kejayaan resiliensi sudah berakhir.
Kedengarannya cukup ekstrem, tetapi kalau kita lihat data dari survei CEO Response terhadap 1.200 CEO global, sekitar 92% setuju bahwa mereka lebih membutuhkan adaptabilitas yang belum pernah ada sebelumnya.
Baca Juga: 'Ghost in the Cell' Hadirkan Nama-nama Tenar Terbanyak, Lintas Generasi dan Lintas Negara
"Saya nggak tahu siapa 8 persen orang yang bilang 'nggak perlu' itu," seloroh Mike.
Buat Mike, masalah utama dari resiliensi adalah definisinya itu sendiri. Resiliensi berarti kemampuan untuk kembali ke kondisi semula setelah ada gangguan.
Kemampuan beradaptasi
Masalahnya, di dunia sekarang, sudah tidak ada lagi kondisi awal yang akan kita tuju. Semuanya berubah begitu cepat dan permanen.
Ia memberikan sebuah perumpamaan yang sangat menarik soal ombak di pantai.
"Bayangkan saya di pantai dan ada ombak datang. Saya merunduk dan bersiap menahan hantaman itu. Begitu ombak lewat, saya bangun dan berpikir, 'Wah, saya tangguh banget.'
Baca Juga: HiFi Air, Internet Rumah yang Bisa Dibawa-bawa. Cocok buat Mudik Lebaran Nanti!
“Tapi masalahnya, ada ombak lain tepat di belakangnya, dan ombak itu lebih besar dan datang lebih cepat. Kalau tujuanmu cuma untuk menahan gempuran perubahan, akhirnya kamu pasti akan gagal," ujar Mike.
Alih-alih cuma bertahan, Mike menyarankan kita untuk mengambil papan selancar dan melompat ke ombak tersebut. Itulah yang dimaksud adaptabilitas atau kemampuan beradaptasi.
Ini bukan sekadar skill untuk bertahan hidup, tapi juga untuk tumbuh dan maju mengikuti arah ombak tersebut untuk mencapai tujuan kita.
Lihat saja Amazon. Dalam surat pemegang sahamnya tahun 2025, CEO Amazon Andy Jassy menekankan bahwa perusahaan tersebut harus terus beroperasi seperti startup terbesar di dunia.