Kesimpulan → alasan → data
Contoh:
“Proyek sebaiknya ditunda satu minggu karena data vendor belum lengkap. Jika dipaksakan minggu ini, risiko revisi tinggi.”
4. Jangan membuat atasan “terkejut”
Atasan itu pada dasarnya sudah banyak beban kerja dan beban pikiran. Oleh karena itu, no surprises menjadi salah satu prinsip dalam managing up.
Jika ada masala, sebaiknya kamu memberi tahu atasan lebih awal, lalu kamu jelaskan dampaknya, dan rencana penanganannya.
Atasan biasanya lebih menghargai transparansi daripada kabar buruk yang terlambat.
5. Pahami apa yang membuat atasan terlihat berhasil
Dalam organisasi, siapapun dberi target, termasuk atasan. Untuk itu perhatikan KPI (key performance indicator) atau indikator kinerja utama, proyek prioritas, dan hal yang sering dibahas dalam rapat pimpinan
Jika pekerjaan kamu membantu keberhasilan itu, hubungan kerja akan jauh lebih kuat.
Baca Juga: 8 Kalimat yang Bisa Jadi Tanda bahwa Atasan Kamu adalah Bos yang Toxic
6. Siapkan keputusan yang mudah diambil
Saking banyaknya tanggung jawab, atasan sering kekurangan waktu untuk menganalisis semua detail. Buat opsi-opsi keputusan menjadi sederhana:
Misal dengan format:
- Opsi A: cepat, biaya lebih tinggi;
- Opsi B: lebih lama, biaya lebih rendah;
- Rekomendasi: opsi B.
Ini akan sangat membantu atasan untuk memutuskan dengan cepat.
7. Jaga profesionalisme, bukan “cari muka”