Managing up bukan menjilat atasan. Pahami hal tersebut. Yang harus kamu utamakan adalah kompetensi kerja, komunikasi yang jelas, dan konsistensi hasil.
Jika reputasi profesional kamu kuat, maka atasan akan lebih percaya dan lebih sering meminta pendapat Anda.
8. Catat keputusan atasan
Setelah rapat atau diskusi, kirim ringkasan keputusan.
Contoh:
“Menindaklanjuti rapat tadi siang, berikut keputusan:
- Proposal direvisi minggu ini;
- Presentasi ke direksi tanggal 15;
- Data biaya disiapkan oleh tim keuangan.”
Baca Juga: Realita Beratnya Menjadi Seorang Manajer Madya, Antara “Membela” Atasan atau Tim
Ini untuk menghindari misinterpretasi dan lupa keputusan.
Intinya, jika kamu ingin managing up yang kamu lakukan sukses, maka jalankan tiga prinsip utama, yaitu:
1. Komunikasi jelas.
2. Antisipasi kebutuhan atasan.
3. Membantu atasan mengambil keputusan lebih mudah. ***
Artikel Terkait
Berasumsi Orang Lain Punya Pemahaman yang Sama, Salah Satu Kesalahan Komunikasi Atasan-Bawahan
Manajer Adalah Pimpinan Sekaligus Pelatih, Karena iItu Lakukan Hal Berikut Ini Untuk Tingkatkan Produktivitas Tim!
Tim Hebat Berawal dari Komunikasi yang Efektif, Ini 5 Cara untuk Meningkatkannya!
Tantangan di Tempat Kerja Multigenerasi, Ketika Gaya Komunikasi dan Ekspektasi Jadi Penghalang
10 Cara Menghadapi Hot Take (Asal Komentar) di Kantor yang Efektif, Termasuk Menghadapi Pimpinan
Begini Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman dengan Komunikasi secara Tertulis daripada Lisan