Agar tidak kewalahan, coba ikuti beberapa tokoh berpengaruh di LinkedIn atau berlangganan satu-dua publikasi untuk mendengar apa yang sebenarnya sedang dibicarakan para praktisi di lapangan.
Stres ketika tidak diterima bekerja
Mencari pekerjaan sekarang ini memang bikin stres. Namun strateginya sekarang adalah, jangan cuma mengandalkan satu jalur. Gunakan LinkedIn, portal kerja, hingga jejaring langsung dengan mantan rekan kerja atau teman.
Banyak lho, orang yang mendapat pekerjaan dari "ordal" sebelum lowongannya sempat diiklankan secara luas. Tentunya, ordal hanya berperan sebagai pemberi informasi ya. Skill dan kompetensi kamu tetap harus diutamakan.
Kalau tidak diterima bekerja, jangan masukkan ke hati. Anggap saja penolakan itu sebagai masukan pasar, bukan vonis atas harga diri kamu. Kalau kamu merasa mulai melamar secara asal-asalan cuma biar produktif, tandanya kamu perlu mengatur ulang fokus kamu.
Baca Juga: Pokemon Rekrut Peneliti dengan Pengalaman Riset Ekologi untuk Bekerja di Tim Global di Tokyo
Harus langsung bekerja di perusahaan besar
Mungkin kamu harus menyesuaikan ekspektasi gaji atau level jabatan untuk sementara waktu. Anggap saja pekerjaan pertama setelah career break ini sebagai langkah untuk kembali masuk ke dunia kerja ini bukan tujuan akhir kamu.
Pekerjaan kontrak atau magang juga bisa kok, menjadi jembatan yang berguna sekali untuk menyegarkan keahlian kamu.
Yang tidak kalah penting, tetapkan batasan sejak awal kembali bekerja. Tentukan jam kerja dan waktu pemulihan supaya kamu tidak mengalami burnout di bulan-bulan awal transisi.
Nah, itulah kesalahan saat memutuskan kembali bekerja setelah rehat panjang. Jangan lupa, tujuannya bukan sekadar dapat pekerjaan, tapi membangun karier yang berkelanjutan. Ya, kan?