kubikel

Cuma 53% Karyawan yang Memanfaatkan Fasilitas yang Disediakan di Kantor, Apa PR buat Perusahaan?

Rabu, 18 Maret 2026 | 19:30 WIB
Ilustrasi: Banyak fasilitas kantor yang tidak disosialisasikan dengan baik oleh perusahaan, sehingga karyawan tidak memanfaatkannya. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Di perusahaan-perusahaan besar, biasanya ada banyak fasilitas, tunjangan, atau benefit lain yang disediakan untuk karyawan. Tetapi, hanya fasilitas kantor yang umum-umum saja yang dimanfaatkan oleh karyawan. Misalnya, komunitas olahraga di kantor, pinjaman pembelian kendaraan, atau renovasi rumah.

Padahal, kantor punya berbagai fasilitas lain, misalnya program Employee Assistant Program. EAP biasanya dibentuk untuk membantu karyawan mengatasi masalah yang bisa mempengaruhi kesejahteraan dan kinerja.

Dengan EAP, misalnya, karyawan bisa mendapat layanan konseling gratis dari psikolog. Sayangnya, banyak karyawan yang tidak tahu bahwa fasilitas itu ada di kantor. 

Baca Juga: 6 Alasan Mengapa ChatGPT Tidak Bisa Menggantikan Applicant Tracking System saat Proses Rekrutmen

Hal itu rupanya fenomena yang umum terjadi sekarang. Riset terbaru dari Totaljobs dan The Stepstone Group mendapati, cuma sekitar 53% pekerja di Inggris yang benar-benar paham apa saja tunjangan atau benefit yang disediakan kantor mereka.

Artinya, hampir separuh karyawan bekerja tanpa memanfaatkan hak-hak ekstra yang sebenarnya bisa bikin hidup mereka lebih mudah.

Riset ini bukan main-main lho, karena datanya diambil dari analisis terhadap 21,6 juta lowongan kerja di berbagai industri selama periode 2019 hingga 2025. Hasilnya mencengangkan, karena banyak karyawan yang bingung dengan fasilitas di luar gaji pokok mereka.

Kesehatan mental dan pengembangan karier

Setidaknya, ada tiga fasilitas kantor yang jarang dimanfaatkan karyawan (mungkin) karena kurang disosialisasikan:

1. Kesejahteraan (wellbeing), seperti dukungan kesehatan mental, layanan dokter umum virtual, atau diskon member gym.
2. Gaya hidup, seperti diskon belanja, jatah makan, subsidi perjalanan, sampai acara sosial kantor.
3. Pengembangan karier, di antaranya program pelatihan atau kursus-kursus untuk menambah skill.

Baca Juga: Banyak Gerainya yang Tutup, Salah Satu Pemegang Waralaba Domino's Pizza Nyatakan Bangkrut

Padahal, bagi orang-orang yang berencana mencari pekerjaan baru di tahun 2026 nanti, faktor perkembangan karier (27%) dan kesempatan pelatihan (18%) adalah alasan utama mereka ingin pindah.

Lucu, kan? Mereka mau pindah demi fasilitas yang mungkin sebenarnya sudah ada di kantor lama, tapi informasinya tidak sampai ke mereka.

Gaji bukan lagi segalanya

Luke McKend, Managing Director di Stepstone Group, memberikan pandangan yang menarik tentang keputusan seseorang mau bertahan atau pindah ke perusahaan lain.

Halaman:

Tags

Terkini