Pejuangkantoran.com - Sebagai anggota tim, apalagi kita sangat diandalkan oleh atasan, terkadang mendapatkan order dari atasan yang tidak bisa kita tolak. Ini bukan karena kamu “tidak enakan” namun karena pilihan yang diberikan tidak ada opsi menolak nanum harus dikerjakan dg opsi-opsi.
Ini yang namanya kita “kena” bounded choice dari atasan. Bounded choice bukan hal yang buruk karena dalam posisi tertentu perusahaan dalam posisi urgent harus menjalankannya meskipun dalam kondisi tim yang sedang fully loaded pekerjaan.
Bounded choice adalah teknik komunikasi atau pengambilan keputusan di mana seseorang diberikan pilihan yang terbatas (biasanya 2–3 opsi), namun semua opsi tersebut sudah mengarah pada hasil yang diinginkan oleh pihak pemberi pilihan.
Meskipun bounded choice ini adalah adalah satu gaya komunikasi yang efisien, namun kerap disalahpahami.
1. Disalahpahami sebagai manipulasi
Kesalahpahaman yang umum terjadi adalah persepsi ketika pilihan dibatasi, berarti sedang dimanipulasi. Padahal tidak selalu begitu. Bounded choice bisa netral atau bahkan membantu untuk mempercepat keputusan, mengurangi kebingungan, meningkatkan fokus.
Dalam kerangka Behavioral Economics, ini adalah bagian dari desain keputusan (choice architecture), bukan otomatis manipulasi.
Baca Juga: 7 Pola Kalimat Persuasif yang Bisa Membuat Negosiasimu Menjadi Lebih Kuat dan Meyakinkan!
2. Dianggap menghilangkan kebebasan sepenuhnya
Kesalahpahaman yang mungkin terjadi adalah persepsi bahwa yang kena bounded choice tidak punya pilihan sama sekali.
Sebenarnya ketika kena bounded choice, kamu tetap punya pilihan, tetapi dalam ruang yang dibatasi. Dalam praktik profesional tidak semua opsi realistis (misalnya: menolak semua tugas). Jadi bounded choice ini lebih tepat jika disebut sebagai “kebebasan yang dibingkai”, bukan dihapus
3. Disangka teknik licik atau tersembunyi
Banyak yang salah paham bahwa ini adalah trik psikologis yang sengaja menyembunyikan niat. Dalam banyak kasus, atasan bahkan tidak sadar sedang menggunakan teknik ini. Bounded choice sering muncul sebagai kebiasaan komunikasi dan gaya manajemen yang efisien.
4. Disamakan dengan paksaan langsung
Ada kemungkinan bahwa yang kena bounded choice merasa diperintah dan dipaksa secara langsung. Paksaan dan bounded choice adalah dua hal yang berbeda. Bounded choice masih memberi ruang preferensi personal. Misal:
- Paksaan: “Kerjakan ini sekarang.”
- Bounded choice: “Sekarang atau setelah makan siang?”
5. Dianggap selalu tidak etis
Teknik ini sering disalahpahami tidak etis. Namun etis atau tidak tergantung pada transparansi, dampaknya terhadap pihak lain, dan apakah opsi yang diberikan adil.
Apabila semua opsi masuk akal, tidak merugikan, dan relevan, maka ini etis dan profesional.