• Rencana pindah lokasi. Kalau kamu melamar pekerjaan di kota lain, kamu bisa meyakinkan perusahaan bahwa kamu memang berencana pindah dalam waktu dekat dan siap untuk wawancara.
• Memberikan bukti nyata. Kamu bisa mengambil satu atau dua poin di CV, lalu menceritakan detail keberhasilannya. Ini memberikan konteks yang jauh lebih kuat buat orang yang membacanya.
Tapi perlu diingat juga, beberapa perusahaan mungkin tidak menuliskan surat lamaran sebagai syarat wajib, tapi mereka sebenarnya tetap berharap menerimanya.
Seringnya, lamaran tanpa surat pengantar dianggap kurang profesional atau hanya dianggap sebagai lamaran massal yang tidak dipersonalisasi.
Baca Juga: Syuting Film 'Ikatan Darah' Bikin Derby Romero Kerja Bareng Teman-Teman Satu Tongkrongan
Kapan tidak perlu membuat cover letter?
Meskipun disarankan, ada kalanya kita memang tidak perlu melampirkan cover letter. Pertama, kalau perusahaan secara eksplisit menuliskan "Jangan lampirkan cover letter". Kalau sudah ada instruksi jelas seperti ini, ikuti saja.
Kedua, kalau memang tidak ada kolom atau cara untuk mengunggahnya di portal aplikasi online. Jangan memaksakan diri untuk memasukkannya ke dalam file CV kalau memang tampilannya jadi tidak rapi.
Terakhir, dan ini yang paling penting: kalau kamu tidak punya waktu untuk menulis surat yang berkualitas. Tidak membuat surat lamaran jauh lebih baik daripada surat yang ditulis asal-asalan, banyak typo, atau isinya cuma copy-paste dari ChatGPT.
Cover letter itu menunjukkan kemampuan menulis kamu. Kalau hasilnya berantakan, itu justru akan merusak kesan pertama yang sudah kamu bangun lewat CV.