Pejuangkantoran.com – Ada hal menarik yang mungin sering dijumpai di level manajerial, yaitu manajer yang hebat dalam mengelola bawahan, namun gagal dalam mengelola rekan selevel, sesame manajer. Manajer yang seperti ini tidak gagal dalam managing down namun gagal dalam managing across.
Padahal, dalam sebuah organisasi, kerjasama dan kolaborasi antar bagian/divisi itu mutlak agar performa tercapai dengan baik.
Misal, seorang manajer produksi pakaian harus memberitahukan kebutuhan bahan pakaian kepada manajer rantai pasok bahan pakaian agar tidak ada sisa atau kurang bahan. Namun, karena cara berkomunikasinya salah menyebabkan terjadi kesalah pahaman dan ujungnya berdampak pada tidak match-nya antara permintaan dan penyediaan.
Ini adalah salah satu contoh kesalahan yang bisa saja dilakukan oleh seorang manajer dalam managing across.
Berikut ini ada sejumlah kesalahan yang paling sering terjadi saat seorang manajer melakukan managing across. Kesalahannya mungkin terlihat sepele, namun dampaknya besar:
- Bersikap seperti atasan
Kesalahan paling umum adalah memberi instruksi seolah-olah memiliki wewenang. Padahal yang diajak bicara adalah orang dengan level sama, bukan antara atasan dan bawahan.
Contoh kasus: “Tolong kerjakan ini hari ini. Tim Anda harus mengirim laporan besok.”
Mungkin ini terkesan kalimat yang lumrah, namun jangan lupa bahwa yang diajak berkomunikasi dalah rekan selevel (bukan bawahan) yang merasa diperintah sehingga menimbulkan resistensi.
Ada pendekatan yang lebih efektif. Gunakan kolaborasi, bukan instruksi.
Solusi: “Apakah kita bisa menyepakati timeline untuk pekerjaan ini?”
Baca Juga: Dilarang Sok Bossy! Berikut 7 Hal Praktis yang Bisa kamu Lakukan Agar Managing Across Efektif
- Tidak memahami prioritas tim lain
Setiap unit biasanya memiliki target dan tekanan kerja berbeda. Kesalahan yang mungkin terjadi adalah menganggap pekerjaan kamu juga prioritas bagi mereka.
Contoh kasus: Tim A menganggap proyeknya penting, tetapi bagi tim B proyek itu hanya pekerjaan tambahan.
Solusi: Pahami KPI dan prioritas tim lain sebelum meminta bantuan.