kubikel

7 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Managing Across Yang Wajib Dihindari Manajer

Sabtu, 25 April 2026 | 16:49 WIB
Hindari kesalahan managing across, salah satunya adalah dengan menjelaskan manfaat bagi seluruh tim dalam organisasi. (Pejuangkantoran.com/Madew with Google AI)
  1. Komunikasi yang terlalu formal atau birokratis

Terkadang bicara langsung lebih diharapkan oleh penerima pesan yang selevel. Mengandalkan email panjang, memo resmi, surat internal sering membuat proses menjadi lambat dan kaku.

Padahal dalam managing across, sering lebih efektif jika diskusi langsung, chat singkat, atau meeting singkat. Pesan bisa tersampaikan secara langsung dan to the point serta bisa didiskusikan jalan keluarnya langsung ketika ada masalah.atau potensi masalah.

  1. Tidak menjelaskan manfaat bagi tim lain

Kesalahan umum adalah hanya menjelaskan kebutuhan sendiri namun tidak menyampaikan bahwa poin tersebut juga penting bagi divisi lain.

Contoh kasus: “Saya butuh data ini untuk laporan saya.”

Ini terkesan egois dan memerintah. Padahal lebih efektif jika menjelaskan manfaat bersama dan dampak terhadap organisasi.

Solusi: “Data ini akan membantu evaluasi program yang juga melibatkan tim Anda.”

  1. Mengabaikan hubungan personal

Hubungan personal yang baik itu penting. Banyak orang yang kaku dan terlalu fokus pada tugas, tetapi lupa membangun hubungan kerja.

Akibatnya kerja sama terasa kaku dan komunikasi mudah tegang. Padahal dengan hubungan personal yang baik bisa membantu untuk mempercepat koordinasi dan mengurangi konflik.

Baca Juga: Tak Sekadar Bantu Atasan, Managing Up Juga Bisa Membuka Peluang Kariermu Lebih Lebar. Ini Alasannya!

  1. Tidak menyelesaikan konflik secara langsung

Konflik lintas tim sering terjadi karena perbedaan prioritas, perebutan sumber daya, dan kesalahpahaman komunikasi.

Kesalahan yang sering dilakukan adalah menghindari konflik, lalu mengeluh ke atasan yang akan terkesan bahwa kamu “mengadu” ke atasan. It’s big no no dalam hubungan dengan rekan kerja apalagi level manajerial, lintas divisi.

Padahal hasilnya akan lebih baik jika kamu mendiskusikan langsung secara profesional kepada rekan kerja itu.

  1. Mengambil semua pekerjaan sendiri

Kadang seseorang merasa lebih cepat jika mengerjakan semuanya sendiri. Jangan lupa, bahwa tidak ada pekerjaan yang bisa berdiri sendiri.

Ketika hal tersebut kamu lakukan, maka tim lain tidak merasa memiliki proyek. Ini akan memicu kolaborasi menjadi lemah sehingga pekerjaan menjadi tidak berkelanjutan.

Solusi:

Halaman:

Tags

Terkini