PejuangKantoran.com - Di tengah budaya yang terus mendorong kita untuk produktif setiap saat, konsep “tidak melakukan apa-apa” sering kali dianggap sebagai kemalasan. Namun di Belanda, ada filosofi hidup yang justru menganjurkan hal sebaliknya, dikenal dengan sebutan niksen.
Secara harfiah, Niksen berarti melakukan sesuatu tanpa tujuan produktif sama sekali. Tidak scrolling, tidak bekerja, bahkan tidak berusaha “mengisi waktu”, cukup diam, hadir, dan membiarkan pikiran beristirahat.
Dalam perspektif psikologi, niksen bukanlah kemalasan, melainkan bentuk intentional rest. Praktik ini memberi ruang bagi otak untuk berhenti sejenak dari tekanan, tuntutan, dan overstimulasi yang terus-menerus terjadi dalam kehidupan modern.
Psikolog menyebut bahwa momen tanpa aktivitas seperti ini membantu menurunkan stres, mengurangi kecemasan, dan mencegah burnout. Saat kita berhenti “melakukan”, otak justru punya kesempatan untuk memproses emosi dan memulihkan energi secara alami.
Baca Juga: Sad Banget, Tiap Dua Minggu ada Satu dari 7.000 Bahasa Aktif di Dunia yang Hilang!
Di era di mana kesibukan sering dijadikan tolok ukur kesuksesan, banyak orang merasa bersalah ketika tidak produktif. Padahal, tanpa jeda yang cukup, performa justru bisa menurun.
Niksen menawarkan pendekatan yang lebih seimbang mengakui bahwa istirahat bukan sekadar jeda, tapi bagian penting dari kesehatan mental. Bahkan, membiarkan pikiran “mengembara” tanpa tujuan bisa meningkatkan kreativitas dan kejernihan berpikir.
Cara Sederhana Mencoba Niksen
Tidak perlu ritual khusus untuk mempraktikkan niksen. Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
-
Duduk diam tanpa distraksi
-
Menatap pemandangan tanpa tujuan tertentu
-
Mendengarkan suara sekitar tanpa menganalisis
-
Membiarkan pikiran mengalir tanpa dikontrol
Kuncinya adalah tidak memberi tekanan pada diri sendiri untuk “melakukan sesuatu”.
Baca Juga: Kenali Perbedaan Sepatu Lari Dengan Carbon Plate dan TPU Plate Agar Tak Salah Pakai!