PejuangKantoran.com - Kita pasti sering mendengar bahwa rekrutmen karyawan adalah salah satu pengeluaran yang memakan biaya tidak sedikit. Namun, berapa biaya yang sebenarnya dihabiskan perusahaan untuk mendatangkan karyawan baru?
Sebagai praktisi HR, kita mungkin hanya fokus pada gaji yang akan diberikan kepada karyawan baru tersebut. Padahal sebelum orang tersebut resmi berstatus karyawan, ada rentetan biaya tak kasat mata yang sudah keluar lebih dulu.
Memahami biaya rekrutmen ini penting banget. Tanpa perencanaan anggaran yang matang, departemen HR bisa saja terjebak dalam masalah arus kas.
Baca Juga: Bayu Skak Bakal Kocok Perut Penonton lewat 'Sekawan Limo 2: Gunung Klawih' saat Libur Idul Adha
Bayangkan jika proses rekrutmen terhenti di tengah jalan hanya karena dana habis. Bukan hanya target rekrutmen yang meleset, tapi operasional perusahaan juga bisa terganggu karena kekurangan staf.
Nah, apa saja yang biasanya masuk dalam pos biaya rekrutmen ini.
Biaya internal
• Tim rekruter
Pertama, kita harus menghitung biaya operasional tim rekruter. Ini bukan cuma soal gaji pokok mereka, tapi juga mencakup tunjangan kesehatan, jatah cuti, hingga biaya pengembangan profesional mereka.
Merekalah yang mengelola pemasangan iklan, menyaring ribuan CV, hingga melakukan screening awal. Waktu yang mereka habiskan adalah investasi perusahaan.
Baca Juga: Apa Itu Passkey, Mengapa Sekarang Dianggap Lebih Aman daripada Password?
• Aplikasi rekrutmen
Selain SDM, ada juga biaya perangkat lunak. Di era sekarang, hampir mustahil mengelola kandidat secara manual. Penggunaan Applicant Tracking System (ATS) sudah jadi standar.
Biaya langganan sistem ATS, baik bulanan maupun tahunan, harus masuk dalam hitungan karena ATS inilah pusat data semua calon talenta kita.
• Biaya hosting