Karena perbedaan ini tidak diakui, manajer terjebak di tengah-tengah. Mereka harus berjuang sendirian, yang akhirnya membuat mereka kelelahan atau burnout.
Bagaimana solusinya?
Sekarang banyak orang berharap pada AI untuk memperbaiki semangat kerja. AI memang canggih, tapi teknologi tidak akan menggantikan peran seorang manajer. Kita tetap butuh manusia yang mampu mengelola lingkungan kerjanya dengan efektif.
Langkah pertama yang paling penting bukan menambah tools atau aplikasi baru. Perusahaan harus mulai membangun struktur yang mendukung manajer, bukan justru menghambat mereka.
Sudah waktunya perusahaan berhenti menuntut manajer bekerja dalam sistem yang nggak masuk akal. Kalau mereka mau keterlibatan karyawan, kita juga harus memastikan manajer mendapat dukungan yang sama.
Pada akhirnya, tim yang hebat selalu lahir dari pemimpin yang juga merasa dihargai dan didukung dalam pekerjaannya.