Sering kali, orang itu diam karena mereka merasa tidak menjadi bagian dari percakapan. Entah itu si introvert yang tidak bisa mengimbangi para ekstrovert di sekitarnya, atau karena perbedaan usia, hal itu bisa membuat mereka merasa tersisih.
Ketika si introvert tidak diberi kesempatan ngomong, mereka cenderung menarik diri. Akhirnya produktivitas tim secara keseluruhan menurun.
6. Takut menyela
Banyak orang merasa tidak enak jika harus memotong pembicaraan orang lain. Mereka takut dianggap tidak sopan atau memberikan kesan yang salah. Akhirnya, mereka memilih tetap diam daripada mengambil risiko memutus momentum percakapan. Orang yang nggak enakan biasanya nggak akan menyela pembicaraan orang lain.
7. Menghindari konflik
Saat suasana rapat memanas atau peserta rapat mulai meninggikan suara, orang memilih diam saat meeting untuk menunjukkan sikap bertahan. Mereka enggan terlibat dalam perdebatan emosional yang tidak produktif. Mereka diam untuk membatasi diri agar tidak terseret ke dalam drama kantor.
Baca Juga: Saat Nilai Tukar Dollar AS Naik, Hindari Lifestyle Inflation. Lakukan Hal-Hal Bijak Berikut Ini
Atasan harusnya punya tanggung jawab untuk memediasi rapat agar semua orang merasa aman buat ngomong. Tapi sebagai karyawan, kita juga perlu menyadari bahwa diamnya kita bisa memicu asumsi negatif dari orang lain.
Mencari kantor dengan budaya kerja yang menghargai gaya komunikasi masing-masing itu penting. Buat kamu yang cenderung pendiam, coba tunjukkan kepedulianmu secara non-verbal. Misalnya, mengangguk atau memberikan catatan tertulis setelah rapat. Dengan begitu orang lain tahu kalau kamu tetap menyimak saat rapat dan terlibat.
Diam itu nggak berarti emas kalau kamu lakukan saat meeting. Ada saatnya kamu cukup mendengarkan, ada waktunya kamu berkontribusi secara verbal untuk menunjukkan nilai diri kamu yang sesungguhnya.
Jangan sampai diamnya kamu malah disalahartikan sebagai ketidaksiapan atau ketidakpedulian, ya.