PejuangKantoran.com – Setiap kantor pasti memiliki sosok “nyebelin” model gini. Manis banget depan kita dan mau diajak gosipin si Bos dan cerita semua keburukan si Bos. Tapi disaat kita nggak sadar, dia malah “ngaduin” (cepu) tentang obrolan kita ke Bos. Menghadapi tipe rekan kerja seperti ini membutuhkan kecerdasan emosional dan strategi komunikasi yang hati-hati agar produktivitas Anda tetap terjaga.
Baca Juga: Budaya Kerja Toksik Bisa Jadi Biang Kerok Impostor Syndrome, Bikin Karyawan Kehilangan Percaya Diri
1. Tetap Tenang dan Kontrol Emosi. Jangan biarkan Kamu terpancing emosi atau langsung bereaksi terhadap perilaku mereka. Sikap yang meledak-ledak justru bisa dijadikan bahan aduan baru oleh mereka kepada atasan. Cobalah untuk tetap santai dan hadapi dengan cara yang elegan.
2. Tetapkan Batasan dan Jaga Jarak. Jika Kamu sudah yakin rekan tersebut memiliki karakter toxic, mulailah membatasi interaksi. Berinteraksilah sebatas urusan profesional terkait pekerjaan saja dan hindari membicarakan hal-hal pribadi yang bisa dipelintir untuk menjatuhkan dirimu.
3. Filter Informasi dan Simpan Rahasia. Saring setiap omongan yang mereka sampaikan karena belum tentu 100% benar. Selain itu, jangan pernah lagi curhat atau membagikan informasi rahasia mengenai kantor maupun Si Bos kepada mereka, karena informasi tersebut kemungkinan besar akan sampai ke telinga Bos dengan bumbu yang merugikan dirimu.
4. Selalu Simpan Catatan (Keep Record). Menghadapi tukang mengadu membutuhkan bukti kuat. Dokumentasikan setiap pekerjaan, arahan, atau kesepakatan yang melibatkan mereka. Hal ini berfungsi sebagai pelindung jika mereka memberikan laporan palsu atau mencoba mengambil kredit atas hasil kerja Kamu.
5. Fokus pada Kinerja Terbaik. Cara terbaik untuk membungkam pengadu adalah dengan menunjukkan kehandalan dan keseriusan dalam bekerja. Ketika kinerja Kamu terbukti solid dan konsisten, gosip atau aduan yang tidak berdasar akan sulit dipercaya oleh atasan.
6. Bicara Langsung Secara Tegas. Jika tindakannya sudah mulai mengganggu, cobalah mengajaknya bicara secara pribadi dan tenang. Sampaikan fakta mengenai perilakunya yang merugikan dengan bahasa yang sopan namun tegas untuk menunjukkan bahwa Kamu sadar akan "permainannya".
7. Cari Dukungan dan Masukan dari Orang Lain. Jangan ragu untuk bertanya kepada rekan kerja tepercaya lainnya tentang karakter orang tersebut untuk memastikan penilaian Kamu objektif. Memiliki hubungan baik dengan kolega lain dapat memberikan perlindungan moral dan saksi jika terjadi konflik di kemudian hari.
8. Tahu Kawan dan Lawan. Kesal dengan perilaku si Cepu? Mau curhat ke teman kantor lainnya? Pastikan dulu teman kantor yang akan kamu curhatin apakah berada di pihak Kamu atau malah di pihak si Cepu. Hal ini mudah dengan mengadaptasi peribahasa, "The enemy of my enemy is my friend." Pastikan Kawan dan lawan, untuk mulai melawan perilaku si Cepu!