Pejuangkantoran.com – Pernah menemui rekan kerja yang tukang gossip dan gosipnya selalu negatif? Misal, ketika ada rekan lain yang mendapatkan promosi, si tukang gosip ini akan bilang “Halah.. paling dia diangkat jadi supervisor karena deket aja sama bos!”
Atau terkadang rekan kerja, sebut saja A, yang terkesan tidak senang ketika rekan kerja yang lain, sebut saja B, bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Si A selalu berusaha “menghalanginya” misal dengan menyimpan sendiri informasi penting sehingga Si B kesulitan dalam menyelesaikan tugasnya.
Kasus lain, rekan kerja yang selalu menolak atau mermehkan ide bukan karena kualitas idenya buruk namun karena berasal dari orang tertentu.
Ini semua disebut sebagai crab mentality.
Crab mentality adalah pola pikir ketika seseorang berusaha menjatuhkan atau menghambat orang lain yang sedang maju, biasanya karena iri, tidak suka melihat keberhasilan orang lain, atau merasa terancam.
Istilah ini berasal dari perilaku kepiting dalam ember. Jika satu kepiting mencoba keluar, kepiting lain akan menariknya kembali ke bawah, sehingga tidak ada yang berhasil keluar.
Baca Juga: Budaya Kerja Toksik Bisa Jadi Biang Kerok Impostor Syndrome, Bikin Karyawan Kehilangan Percaya Diri
Di lingkungan kerja, crab mentality biasanya tidak muncul dalam bentuk tindakan yang terang-terangan, tetapi melalui perilaku yang halus dan berulang. Akibatnya, suasana kerja menjadi tidak sehat, kolaborasi menurun, dan karyawan yang berprestasi justru merasa tidak didukung.
Contoh-contohnya seperti yang disampaikan di atas.
Crab mentality ini bisa terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
- Rasa tidak aman (insecurity). Seseorang khawatir posisinya tergeser jika orang lain berkembang lebih cepat.
- Persaingan yang tidak sehat. Jika organisasi hanya menghargai "siapa yang menang" tanpa mendorong kerja sama, karyawan cenderung saling menjatuhkan.
- Mentalitas kelangkaan (scarcity mindset). Orang menganggap kesempatan promosi, penghargaan, atau pengakuan sangat terbatas, sehingga keberhasilan orang lain dipandang sebagai kerugian bagi dirinya.
- Budaya organisasi yang buruk. Misalnya, transparansi rendah, favoritisme tinggi, atau penghargaan diberikan tanpa kriteria yang jelas. Kondisi ini memicu kecemburuan dan saling curiga.
- Kurangnya kepercayaan diri. Orang yang kurang yakin pada kemampuannya sendiri lebih mudah merasa terancam oleh keberhasilan orang lain.
- Pengalaman masa lalu. Jika seseorang pernah merasa dirugikan atau disingkirkan, ia bisa mengembangkan sikap defensif dan tanpa sadar menghambat kemajuan orang lain.
Baca Juga: Bagaimana Dampak Buruk NPD pada Organisasi Kantor dan Bisa Membuat yang Bertalenta Resign?
Jika dibiarkan, maka crab mentality ini bisa menggerorgoti organisasi dari dalam. Antar karyawan jadi saling tidak percaya dan bisa meningkatkan konflik dan politik kantor.
Menurunnya semangat kerja dan inovasi yang sangat minim karena orang jadi takut mengemukakan ide. Dampaknya, talenta-talenta terbaik memilih untuk pindah ke tempat kerja lain.
Biasanya orang yang sungguh-sungguh bekerja keras, apalagi jika anak baru, sering jadi sasaran crab mentality. Jika kamu menjadi sasaran crab mentality, lakukan hal-hal berikut: