kubikel

Survei: Karier Menjadi Alasan Utama Generasi Milenial dan Z Ogah Nikah Muda

Selasa, 6 Juni 2023 | 08:00 WIB
Ilustrasi: Ketika Gen Z mengharapkan work life balance, benarkah yang dimaksud adalah fleksibilitas? (Freepik/Benzoix)

PejuangKantoran.com - Setelah 2 tahun berjuang dengan pandemi, kini Indonesia sudah bergerak menuju era normal seiring dengan diberhentikannya PPKM sejak 30 Desember 2022.

Namun demikian, pandemi yang berlangsung sekian lama tentunya telah mengubah perilaku dan pertimbangan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pernikahan. Untuk melihat keputusan, rencana, serta pertimbangan generasi milenial dan Z dalam mempersiapkan pernikahan mereka, perusahaan riset Populix baru-baru ini melakukan sebuah survei yang terangkum dalam laporan berjudul “Indonesian Gen-Z & Millennial Marriage Planning and Wedding Preparation”.

Berdasarkan survei tersebut, 58% generasi milenial dan Z mengatakan bahwa mereka telah memiliki rencana untuk menikah tetapi tidak dalam waktu dekat, sementara 23% mengatakan belum atau tidak memiliki rencana untuk menikah. 

Baca Juga: Sold Out: Hari Pertama Presale Tiket Timnas Indonesia vs Argentina! Calo Pun Bermunculan di Twitter

“Survei kami menemukan bahwa sebagian besar generasi milenial dan Z memiliki rencana untuk menikah di masa depan. Mereka menganggap 25-30 tahun sebagai usia ideal untuk menikah. Menariknya, sebagian gen-Z memiliki keinginan untuk menikah di usia yang lebih muda, yaitu 20-25 tahun, dibandingkan milenial yang merasa bahwa 30-35 tahun masih menjadi usia yang ideal untuk menikah," ujar Eileen Kamtawijoyo, Co-Founder dan COO Populix.

"Bahkan, kedua generasi ini juga sudah mempersiapkan diri untuk membiayai pernikahan mereka sendiri. Di sisi lain, terdapat juga sebagian generasi milenial dan gen-Z yang mengatakan belum atau tidak memiliki rencana untuk menikah karena masih ingin fokus berkarier dan menikmati kehidupan pribadi."

Prioritas dalam Mempersiapkan  Pernikahan

Dari survei yang dilakukan terhadap 1.087 laki-laki dan perempuan yang didominasi oleh milenial dan gen-Z lajang, ditemukan bahwa waktu ideal yang dibutuhkan dalam mempersiapkan pernikahan adalah 3-6 bulan. Adapun persiapan-persiapan yang harus dilakukan sebelum menikah meliputi:

Baca Juga: Teman-Teman Sudah Pada Kerja, Kamu Belum Juga Dapat Pekerjaan. Apa yang Harus Dilakukan?

  • Memiliki tabungan khusus untuk pernikahan (83%)
  • Memilih tanggal pernikahan yang disetujui oleh semua pihak (69%)
  • Menentukan konsep acara pernikahan (64%)
  • Melakukan riset terkait acara pernikahan (63%)
  • Melakukan konseling pranikah (62%)
  • Melakukan check-up pranikah (59%)
  • Membeli atau mencicil tempat tinggal (56%)

Sementara itu, generasi milenial dan Z menempatkan penghulu/pendeta/petugas pengesah pernikahan (26%) dan mahar (21%) sebagai hal utama yang perlu diprioritaskan dalam mempersiapkan pernikahan, disusul  tempat/venue pernikahan (9%), wedding organizer (7%), makeup artist (6%), katering (6%), baju pernikahan dan aksesori (5%), dokumentasi (4%), seserahan (4%), dan undangan pernikahan (3%). 

Baca Juga: Kursus Online Gratis dari National University of Singapore tentang Intercultural Communication at Work

Konsep Pernikahan Impian Menurut Milenial dan Gen-Z

Dari survei yang sama ditemukan bahwa dalam menyusun rencana pernikahan, mayoritas responden menginginkan konsep pernikahan modern (41%), diikuti dengan konsep pernikahan adat (30%), dan pernikahan dengan konsep keagamaan (20%). Untuk mengadakan pernikahan tersebut, generasi milenial dan Z juga memilih untuk mengadakannya di sebuah ballroom/function room (44%) atau taman (30%), dengan estimasi 50-300 undangan hadir secara langsung. Generasi milenial dan Z juga berencana untuk menggunakan biaya sendiri bersama pasangan, dengan estimasi biaya yang dikeluarkan mulai dari Rp10.000.000 hingga Rp100.000.000. 

Selanjutnya, dalam memilih tanggal pernikahan, 85% responden mengutamakan kesepakatan dengan pasangan dan keluarga. Selain itu, hal lain yang juga turut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan tanggal pernikahan adalah tanggal baik menurut adat/agama (61%), menyesuaikan dengan ketersediaan tempat/venue pernikahan (47%), ketersediaan vendor tertentu seperti fotografer dan makeup artist (38%), serta berdasarkan tanggal penting menurut calon pengantin (36%). 

Halaman:

Tags

Terkini