kubikel

Saat Wawancara Kerja, Berikan Jawaban yang Ubah Kelemahan Dirimu Jadi Kekuatan. Ini Tipsnya!

Selasa, 6 Juni 2023 | 15:00 WIB
Ilustrasi: Untuk mengurangi kegugupan saat interview kerja, cobalah melihat wawancara sebagai interaksi sehari-hari. (Freepik/Aleksandar Little Wolf)
  1. Jujur

Manajer ingin bekerja dengan orang yang dapat dipercaya. Jadi, jangan berbohong tentang kelemahanmu. Ketidakjujuran adalah tanda bahaya bagi pewawancara.

Identifikasi dan buat daftar kelemahan yang sebenarnya. Jangan lupa untuk memikirkan apa yang telah kamu lakukan atau rencanakan untuk mengatasinya.

Jika kamu dapat menghubungkan kelemahan dengan rencana perbaikan, itulah yang harus dibicarakan dengan pewawancara. Tunjukkan bahwa kamu berorientasi pada tindakan dan bersedia mencoba hal-hal baru.

  1. Pilih kelemahan dengan bijak

Bersikap jujur bukan berarti kamu harus mengatakan setiap kesalahan dalam karir. Kamu harus menghindari menyebut kelemahan yang menggambarkan dirimu sebagai karyawan yang tidak berkualitas.

  1. Jangan jadikan kekuatan sebagai kelemahan

Pernyataan seperti "Saya seorang perfeksionis" dan "Kadang-kadang saya bekerja terlalu keras", yang merupakan kekuatan dan bukan kelemahan,terdengar tidak jujur.

Jawaban mengenai kelemahan harus menunjukkan kesadaran diri dan pernyataan seperti itu tidak memiliki keaslian. Jawaban itu juga menunjukkan kamu gagal menyampaikan mindset yang berkembang dan kemauan untuk belajar.

Sekali lagi, kembali ke kejujuran. Tunjukkan kepada pewawancara kalau kamu dapat menganalisis diri sendiri dan keterampilan diri. Kualitas ini akan membedakanmu dari kandidat lainnya.

Baca Juga: Tips Menggunakan ChatGPT untuk Membantu Persiapan Sebelum Wawancara Kerja

  1. Jangan bercanda

Wawancara bisa berlangsung dengan santai. Namun, senyaman apa pun perasaanmu dan pewawancara, hindari menjawab pertanyaan kelemahan dengan lelucon.

Jawaban bercanda memberikan kesan kalau kamu tidak cukup serius di saat situasi serius. Kamu juga terkesan menyembunyikan sesuatu.

  1. Tak perlu bicarakan hal pribadi

"Apa kelemahanmu?" terdengar seperti pertanyaan tentang karakter, tetapi tidak harus begitu. Untuk mengalihkan fokus dari area pribadi, jawablah dengan sesuatu yang masuk akal dan berfokus pada pekerjaan.

Misalnya, jika kamu melamar pekerjaan yang berhubungan dengan klien, kelemahan yang berfokus pada pekerjaan ini adalah kamu belum mengetahui kebutuhan klien dan mungkin memerlukan waktu untuk mengatur pertemuan dan mengenal mereka lebih baik.

Jenis respons seperti ini memberitahu pewawancara kalau kamu tahu apa yang diharapkan dari posisi tersebut dan apa yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dengan baik. (Elga Windasari)

 

Halaman:

Tags

Terkini