Survei yang dilakukan oleh Resume Builder menegaskan hal ini. Mereka menunjukkan bahwa 46% pencari kerja melaporkan menggunakan ChatGPT untuk membuat CV dan surat lamaran mereka.
Selain itu, 78% dari pelamar mengatakan mereka mendapat respon yang lebsih tinggi dari perusahaan untuk melakukan wawancara ketika menggunakan materi lamaran kerja yang dibuat menggunakan ChatGPT.
Perusahaan juga tidak mau ketinggalan
Sebenarnya, mereka yang bekerja sebagai perekrut perusahaan tidak senang dengan hal tersebut, menurut Kepala Penasihat Karir Resume Builder, Stacie Haller.
Ia mengatakan bahwa manajer perekrutan menjadi terbiasa melihat CV dan surat lamaran yang dibuat oleh AI sehingga dapat dengan mudah mengetahuinya.
"Pencari kerja yang menggunakan ChatGPT untuk surat lamaran dan CV mereka tidak berbeda dengan yang menggunakan layanan penulisan CV atau menggunakan template dan alat online yang tersedia," jelasnya.
Baca Juga: 12 Jawaban Terbaik Jika Ditanya Alasan Resign dari Pekerjaan Sebelumnya Saat Wawancara Kerja
Sepertinya itulah alasannya manajer perekrutan juga menciptakan tantangan baru bagi pencari kerja.
Para ahli memperkirakan sebanyak 40% perekrut perusahaan akan menggunakan AI untuk melakukan wawancara kerja pada 2024. Namun, hanya 15% yang mengandalkan AI untuk mengambil keputusan perekrutan dari awal hingga akhir.
Penggunaan AI juga akan terlihat berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. AI dapat mengevaluasi kumpulan kandidat untuk memilih yang terkuat setelah dilatih di perpustakaan kualifikasi. (Elga Windasari)