PejuangKantoran.com - Ketika menghabiskan 40 jam dalam seminggu atau lebih di tempat kerja, akhirnya kamu jadi lebih dekat dengan rekan kerja kamu ketimbang teman main dan anggota keluargamu.
Tetapi harus nggak sih, kita meneruskan pertemanan di luar jam kerja? Nongkrong dengan rekan kerja sehabis jam kantor kayaknya memang menyenangkan, tetapi kamu mulai pikir-pikir ketika hal ini menjadi rutinitas.
Padahal, banyak kantor yang justru menjadikan acara nongkrong dengan rekan kerja sehabis jam kantor untuk lebih mengenal satu sama lain. Syukur-syukur bisa memperbaiki hubungan yang kaku menjadi lebih cair dan makin akrab.
Baca Juga: Apa Itu KPI dan Mengapa Karyawan Perlu Menggunakan KPI untuk Mengukur Kemajuan dalam Bekerja?
Tetapi, apa benar nongkrong dengan rekan kerja sehabis jam kantor selalu menguntungkan? Adakah kerugiannya?
Mengurangi stres
Keuntungan nongkrong di luar jam kerja antara lain membuat bekerja bersama lebih menyenangkan, dan membantu rekan kerja tetap termotivasi saat ada krisis.
Ketika kamu bisa berteman dengan rekan kerja yang semula terkesan angkuh, stres dan kecemasan kamu berkurang. Kamu jadi punya pemahaman yang lebih baik tentang peran dan harapan setiap orang.
Ide-ide mengalir
Sudah bukan hal yang aneh kalau komunikasi, curhat, dan pemikiran kreatif akan lebih mengalir bebas dan alami saat dilakukan di luar jam kantor.
Teman-teman juga akan merasa cukup nyaman untuk membahas ide buruk atau kinerja rekan kerja yang menurun, yang mengarah pada akuntabilitas yang lebih besar.
Ikatan sebagai sebuah tim lebih terasa
Entah kamu hangout sehabis jam kantor dengan ngopi, makan, nonton film, atau main basket bareng, hasilnya sama: mengenal rekan kerja lebih dekat.
Kamu bukan lagi sekelompok individu yang berkumpul di kantor, tetapi juga komunitas yang selalu siap membantu. Berangkat bekerja jadi momen yang kamu nanti-nantikan.
Kebahagiaan karena punya teman di tempat kerja