Sementara kaum milenial bisa bertahan enam bulan lebih lama dibandingkan Gen Z.
Lebih banyak manajer sekarang mulai memahami bahwa gonta-ganti pekerjaan bukanlah tanda bahaya.
Lagipula, semakin banyak yang sadar bahwa memiliki pola pikir tradisional untuk pasar kerja yang terus berkembang tidak bermanfaat saat mencoba mempekerjakan orang.
Tetap memiliki dampak buruk bagi semua pihak
Menurut Christopher Lake, asisten profesor manajemen di University of Alaska Anchorage Lake, job hopper memiliki dampak buruk yang berbeda bagi orang yang melakukannya alias pekerja dan pemberi pekerjaan.
Untuk perusahaan atau pemilik pekerjaan, orang seperti ini membuat frustasi karena mereka sudah menginvestasikan waktu, uang, dan energi untuk mempekerjakan seseorang, tetapi hanya tidak bertahan lama.
Sementara untuk karyawan, sering berpindah-pindah pekerjaan membuatnya mengalami kesulitan karena harus memulai semuanya dari awal, baik dalam proses pencarian kerja maupun wawancara.
"Kamu berada di pekerjaan baru dan merasa baik untuk sementara waktu, hanya untuk menemukan hal-hal yang tidak disukai dan mulai mencari yang berikutnya. Proses itu benar-benar melelahkan secara emosional," ujar Christopher. (Elga Windasari)