kubikel

7 Tanda Pelamar Memakai AI untuk Menyusun Resume, Ini yang Perlu Kamu Lakukan sebagai Rekruter

Jumat, 14 Juli 2023 | 15:59 WIB
Ilustrasi: Ada beberapa tanda pelamar menggunakan AI untuk menyusun resume-nya. (Freepik/Drazen Zigic)

Jika pelamar menggunakan ChatGPT dengan baik, sulit untuk menandai semua pelamar yang menggunakan teknologi AI generatif tersebut.

Tetapi kalau ingin memastikan kamu mendapat kandidat yang berkualitas, berikut beberapa strategi untuk mengurangi risiko kesalahan merekrut karyawan yang dapat kamu terapkan.

Ajukan pertanyaan pribadi berdasarkan pengalamannya
Cobalah untuk mempelajari apakah mereka memiliki pengalaman praktik atau potensi untuk memecahkan masalah dalam contoh kasus di mana kamu memerlukan bantuan, dengan mengajukan pertanyaan yang dirancang dengan mempertimbangkan latar belakang kandidat tertentu tersebut.

Baca Juga: Berapa Idealnya Panjang Resume Supaya Tidak Langsung Terhapus oleh Sistem Tracking Otomatis?

Lakukan pemeriksaan referensi
Jangan abaikan pendapat dari orang sekitar mereka. Hubungi semua referensi di daftar mereka, atau pertimbangkan juga testimoni di profil LinkedIn mereka saat kamu melakukan pemeriksaan.

Perhatikan baik-baik keterampilan mereka
Apakah keterampilan mereka identik dengan deskripsi pekerjaan pada lowongan pekerjaannya? Hm… sepertinya si pelamar desperate banget untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, dan hal itu merupakan indikator utama pelamar yang berpura-pura memenuhi syarat.

Telepon langsung si pelamar
Menelepon pelamar secara langsung menentukan apakah kamu sedang menghadapi kandidat yang memang mumpuni. Ajukan beberapa pertanyaan pengantar dan lihat bagaimana tanggapan mereka. Kebenaran akan sering terungkap dengan sendirinya.

Amati presentasi langsung atau email mereka
Kalau kamu mengundang kandidat untuk wawancara, atau jika kamu menghubunginya melalui email, catat perbedaan potensial antara gaya penulisan resume dan presentasi mereka. Perbedaannya bisa sangat mencolok.

Periksa silang apa yang telah mereka tulis di resume dan bagaimana posisi mereka di LinkedIn atau platform lainnya
Sekali lagi, gaya penulisan yang berbeda dan kualifikasi yang direpresentasikan secara tidak konsisten merupakan indikasi utama pemalsuan dalam lamaran kerja. Luangkan waktu untuk membandingkan materi kalau kamu menginginkan gambaran lengkapnya.

Baca Juga: Lebih dari 55% Orang Mengaku Pernah Berbohong dalam CV. Apa 8 Kebohongan Terbesar di Resume?

Usahakan meminta sesuatu di luar resume dan cover letter (surat pengantar lamaran) untuk memastikan ada upaya langsung dari si pelamar
Latihan praktis bisa membantu kamu menilai lebih lanjut apakah seorang kandidat bisa melakukan pekerjaan yang menurut mereka bisa mereka lakukan.

Untuk posisi-posisi analitik, hal ini bisa berbentuk pemecahan masalah menggunakan data sampel. Sedangkan untuk posisi kreatif, kamu bias meminta kandidat untuk mengirim sesuatu yang menampilkan keahliannya yang relevan.

Halaman:

Tags

Terkini