7 Tanda Pelamar Memakai AI untuk Menyusun Resume, Ini yang Perlu Kamu Lakukan sebagai Rekruter

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 14 Juli 2023 | 15:59 WIB
Ilustrasi: Ada beberapa tanda pelamar menggunakan AI untuk menyusun resume-nya. (Freepik/Drazen Zigic)
Ilustrasi: Ada beberapa tanda pelamar menggunakan AI untuk menyusun resume-nya. (Freepik/Drazen Zigic)

PejuangKantoran.com - Saat ini, para rekruter di HRD menyadari banget bahwa sejumlah besar pelamar menggunakan tools AI seperti ChatGPT untuk menyusun resume.

Namun, tidak semua rekruter tahu bagaimana cara mengantisipasi peningkatan volume pelamar yang tidak memenuhi syarat.

Banyaknya tools yang bermunculan untuk membantu calon karyawan tampak lebih terampil daripada yang sebenarnya, membuat proses ini jadi lebih sulit dari sebelumnya.

Baca Juga: Cara Menggunakan ChatGPT untuk Menulis Resume Lamaran Kerja, Mau Coba?

Nah, kalau kamu di sini bertindak sebagai rekruter, ada beberapa tanda pelamar menggunakan AI untuk menyusun resume. Plus, apa strategi untuk mengurangi risiko kesalahan merekrut karyawan baru.

Tanda-tanda pelamar memakai AI untuk menyusun resume

Bagaimana cara mengidentifikasi resume ChatGPT yang dibuat dengan kurang mulus?

Pertama, jika resume tersebut secara langsung mencerminkan permintaan dalam deskripsi pekerjaan tanpa sentuhan pribadi, besar kemungkinan resume tersebut dibuat dengan menggunakan ChatGPT.

Kedua, kalau resume yang kamu terima menampilkan gaya penulisan yang sama sekali berbeda dari materi aplikasi lainnya, kemungkinan besar pelamar menggunakan ChatGPT (atau tools serupa lainnya) untuk menyusunnya.

Ketiga, kalau kamu melihat resume yang sepertinya tidak asing, misalnya dua resume yang hampir identik, kemungkinan besar resume tersebut merupakan hasil olahan ChatGPT. Dan, sejujurnya, kebohongan sedang terjadi.

Baca Juga: Kesalahan pada CV yang akan Membuat Lamaran Kamu Langsung Ditolak oleh Pemberi Kerja

Perlu kamu ketahui, ketika ChatGPT tidak dapat menemukan titik acuan, aplikasi ini bisa mengarang “fakta” dengan cukup meyakinkan. Informasi yang tidak akurat atau salah adalah hal yang wajar untuk masalah ini dan kamu harus peka untuk menemukannya.

Keempat, ChatGPT dirancang untuk mengolah informasi yang beredar di internet sebelum tahun 2021. Jadi kalau kamu mencari jabatan atau posisi yang lebih baru, ChatGPT mungkin tidak sepenuhnya memahami konteks dan nuansa pengalaman kerja, pencapaian, dan tujuan karier yang diperlukan.

Beberapa peringatan lain yang harus diwaspadai adalah ungkapan yang terlalu umum, format yang terlihat aneh, dan bahasa yang diulang-ulang.

Strategi untuk mengurangi risiko kesalahan merekrut karyawan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X