PejuangKantoran.com - Naik jabatan tentu menjadi harapan setiap orang. Tetapi, tidak begitu dengan para kopilot di Amerika. Mereka justru menolak tawaran naik jabatan menjadi kapten pilot.
Salah satunya adalah Kopilot United Airlines Phil Anderson. Ia menolak naik jabatan menjadi kapten pilot karena tidak ingin memiliki jadwal kerja yang tidak terduga, meskipun gajinya lebih besar.
Phil Anderson menjadi salah satu dari banyak kopilot yang enggan naik jabatan di United Airlines. Padahal menurut pejabat serikat pekerja, kekurangan kapten pilot —yang berfungsi sebagai pilot kepala— bisa mengurangi jumlah penerbangan pada musim panas mendatang.
Baca Juga: Jabatan Naik tapi Gaji Nggak Ikut Naik, Sebaiknya Diterima atau Ditolak?
Bahkan, beberapa maskapai penerbangan regional yang lebih kecil terpaksa mengurangi penerbangan mereka sebanyak 20% karena kendala staf, menurut kata Robert Mann, mantan eksekutif maskapai penerbangan yang kini menjalankan perusahaan konsultan.
Jika pilot menolak untuk mengambil kursi kapten pilot, maskapai penerbangan seperti United Airlines bisa menghadapi masalah yang sama.
"Kamu tidak bisa terbang dengan dua kopilot. Kamu harus punya kapten," kata Anderson.
Jika kopilot membantu menavigasi dan mengoperasikan penerbangan, maka kapten adalah pilot yang memimpin pesawat dan bertanggung jawab atas keselamatannya.
Meskipun sama-sama pekerjaan serikat pekerja, tetapi keduanya termasuk dalam kategori yang berbeda dan memiliki tingkat gaji yang berbeda.
Bukan masalah banyak maskapai di Amerika
Faktanya, menemukan pilot yang menolak promosi jabatan bukan hanya masalah United. Di American Airlines, lebih dari 7.000 pilot memilih tidak mengambil promosi menjadi kapten.
Dennis Tajer, juru bicara serikat pilot Amerika, mengatakan jumlah pilot yang menolak promosi jabatan setidaknya dua kali lipat dalam tujuh tahun terakhir.
Baca Juga: Atasan Memberikan Kenaikan Jabatan tanpa Kenaikan Gaji, Apa Alasan Perusahaan Melakukannya?
Menurut data serikat pilot United, di maskapai tersebut tawaran untuk 978 lowongan kapten, atau sekitar 50% dari lowongan yang di-posting, tidak terisi dalam setahun terakhir.
Pada Juni 2023 ini, 96 dari 198 lowongan tidak terisi. Saat ini, maskapai yang berbasis di Chicago itu memiliki sekitar 5.900 kapten dan 7.500 kopilot.