PejuangKantoran.com - Belakangan ini, di media sosial banyak karyawan HR mengeluhkan tentang para pelamar tanpa pengalaman kerja—yang kebanyakan fresh graduate—namun meminta gaji sangat tinggi.
Alasannya karena mereka lulusan universitas negeri ternama atau lulus dengan predikat cum laude.
Padahal, mereka ini minim atau bahkan sama sekali tidak memiliki pengalaman kerja yang mumpuni. Bahkan, masih “hah-heh-hoh” jika ditanya tentang pekerjaan.
Baca Juga: Ekspektasi Gaji yang Kamu Minta saat Wawancara Kerja Terlalu Besar, Diterima atau Tidak?
Ternyata, situasi tersebut memang banyak terjadi di dunia kerja saat ini. Menurut analisis dari Paylab, sebuah portal gaji internasional, orang yang memasuki pasar tenaga kerja untuk pertama kalinya memang memiliki ekspektasi paling ambisius terkait gaji.
Ekspektasi gaji yang paling ambisius terlihat pada karyawan yang berusia di bawah 24 tahun. Rata-rata, Generasi Z—lulusan saat ini dan pendatang baru di pasar tenaga kerja—mengharapkan gaji sekitar 9% lebih tinggi daripada gaji riil dalam kelompok usianya.
Namun semakin tua pelamar kerja, semakin realistis ekspektasi gaji mereka. Sayangnya, mereka juga memiliki kecenderungan untuk meremehkan gaji potensial mereka pada posisi pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Pengalaman kerja nol tidak selalu menjadi rintangan
Banyak orang berpikir jika belum punya pengalaman kerja akan menjadi rintangan. Namun, ternyata tidak selalu seperti itu.
Seringkali, cukup memiliki keterampilan yang dibutuhkan, seperti berbicara bahasa asing atau komunikatif, sudah bisa menjadi nilai jual seorang pelamar.
Dengan kondisi kekurangan pekerja di pasar tenaga kerja yang semakin meningkat, pengusaha juga mulai menurunkan harapan mereka yang tinggi.
Saat ini, banyak juga perusahaan yang dapat memberikan pelatihan internal untuk pekerjaan tertentu, dan dukungan serta bantuan yang diperlukan saat berganti pekerjaan.
Baca Juga: 5 Cara Mengatur Keuangan Agar Gaji Cukup buat Sebulan (dan Nggak Malah Amblas Sebelum Akhir Bulan)
Gaji ideal untuk yang tidak punya pengalaman kerja
Mengetahui nilai posisi pekerjaan tertentu sangat penting dilakukan, terutama saat berbicara dengan manajer HRD saat wawancara kerja.