kubikel

Aturan Tak Tertulis Jika Kamu Berteman dengan Rekan Kerja di Media Sosial

Sabtu, 26 Agustus 2023 | 15:40 WIB
Ilustrasi: Haruskah kita berteman dengan rekan kerja di media sosial? (Freepik)

Apalagi jika postingan dari rekan kerja ini menempatkanmu pada posisi yang tidak nyaman karena harus “menutupi” ketidakjujurannya. Daripada kamu merasa terbebani, lebih baik untuk tidak berinteraksi sama sekali.

Media adalah pesannya

Ungkapan terkenal Marshall McLuhan menjelaskan bahwa suatu media akan mempengaruhi bagaimana suatu pesan diterima. Termasuk setiap media sosial yang hadir dengan ekspektasinya masing-masing.

LinkedIn dikenal sebagai tempat profesional bagi pencari kerja dan calon pemimpin. Jadi, mendapatkan “like” di sana mungkin tidak memiliki arti yang sama dengan mendapatkan “like” dalam unggahanmu di Instagram.

Konten apa yang kamu unggah di media sosial tertentu juga dapat menunjukkan bagaimana kamu memilih untuk berinteraksi dengan rekan kerja di sana.

Tidak masalah jika kamu hanya mengikuti rekan kerja di Instagram, karena Facebook memiliki terlalu banyak foto memalukan dirimu di masa lalu.

Juga tidak masalah jika kamu hanya ingin terhubung di LinkedIn karena membuatmu tidak merasa aneh jika mendapatkan “like” di sana.

Baca Juga: 5 Keterampilan AI yang Perlu Dikuasai di Dunia Kerja, Menurut Hasil Temuan LinkedIn

Kamu juga bisa menggunakan fitur yang membatasi apa yang dapat dilihat oleh rekan kerja, khususnya yang memiliki sifat usil. Meskipun hal itu bisa menimbulkan lebih banyak spekulasi.

Jika ingin lebih bebas lagi, kamu bisa membuat akun anonim di media sosial dengan membuat akun baru yang sama sekali tidak menampilkan nama aslimu.

Namun, jika pekerjaanmu sebenarnya adalah di media sosial, semua hal tersebut tidak akan berlaku. Bahkan, DM di media sosial bisa dianggap sebagai sebuah email untuk pekerja di bidang ini. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini