PejuangKantoran.com - Siapapun pasti tahu bahwa cuti adalah hak karyawan yang sebaiknya diambil. Sehabis cuti, biasanya karyawan jadi lebih rileks sehingga dapat bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih produktif. Namun apakah atasan cukup peduli untuk memastikan karyawan mengambil hak cutinya?
Ternyata, hanya 60% karyawan yang mengambil PTO (Paid Time Off) atau Cuti Dibayar pada tahun 2022, menurut studi terhadap 17 juta karyawan anonim yang dilakukan oleh Visier.
Sementara itu, ada 40% karyawan tidak cuti sama sekali selama 2022. Hal ini menandakan pimpinan perlu lebih aktif dalam memastikan bahwa karyawan memanfaatkan cuti yang mereka butuhkan.
Baca Juga: Wow Harga Emas Hari Ini Turun Rp10.000, Buruan Beli!
"Temuan ini sangat mengkhawatirkan," kata Andrea Derler, pemimpin penelitian di Visier.
"Jika Anda memikirkan satu dari empat karyawan yang tidak pernah cuti, berarti mereka mungkin hanya mengandalkan hari libur dan hari-hari yang disponsori perusahaan. Itupun jumlahnya tidak banyak dalam setahun.”
Hal itu, menurut Andrea, memiliki implikasi serius terhadap keadaan emosional mereka.
Jumlah karyawan yang memanfaatkan cuti turun dari angka tahun lalu, meskipun tidak banyak. Menurut riset Visier, dokumentasi waktu cuti tertinggi yang diambil oleh karyawan adalah pada tahun 2018.
Saat itu, 63% karyawan menggunakan waktu liburan dalam bentuk apa pun. Sejak saat itu, persentasenya bervariasi, yang menunjukkan bahwa masalah tersebut kurang lebih terus berlanjut selama bertahun-tahun.
Baca Juga: 3 Alasan Karyawan Harus Membuat Laporan SPT Tahunan Meskipun Pajak Sudah Dipotong Perusahaan
Sebagian karyawan menuding budaya kantor yang mendorong jam kerja melebihi waktu pribadi. Namun data Visier menemukan bahwa stigma seputar cuti juga memainkan peran besar.
Dari karyawan yang bekerja di perusahaan selama kurang dari setahun, tidak sampai 45% yang mengambil cuti. Bandingkan dengan karyawan yang telah bekerja di perusahaan selama lebih dari 10 tahun, sebanyak 87% mengambil hak cutinya.
Meskipun semua karyawan sulit mengambil cuti, pimpinan harus memberi contoh dan menyadari masih banyak cuti yang belum diambil sebelum jumlah hari yang tidak digunakan itu bertambah.
"Pemanfaatan PTO tidak selalu dilacak dalam sistem SDM, yang berarti para pimpinan di perusahaan mungkin tidak tahu kapan PTO kurang dimanfaatkan," kata Andrea.
Menurutnya, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah melacak pemanfaatan cuti.