Jangan Suka Oversharing di Tempat Kerja, Dampaknya Bisa Merugikan buat Kamu!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 6 Desember 2022 | 20:21 WIB
Ilustrasi: Oversharing di tempat kerja bisa merugikan buat kamu. (Freepik/Tesamolika)
Ilustrasi: Oversharing di tempat kerja bisa merugikan buat kamu. (Freepik/Tesamolika)

PejuangKantoran.com - Niatnya sharing (berbagi), tapi karena terlalu nyaman akhirnya kamu malah oversharing (terlalu banyak berbagi) masalah pribadi. Misalnya, kamu mengeluh pada rekan kerja bahwa si bos suka seenaknya membebankan tugasnya pada kamu supaya ia bisa pulang cepat bersama istrinya.

Esoknya, kamu dipanggil si bos dan diberi sanksi karena dianggap menyebarkan berita bohong. Ups, itulah jika kamu suka oversharing di tempat kerja.

Oversharing di tempat kerja memang bisa menimbulkan konsekuensi negatif. Reputasi kamu sebagai pekerja keras, pintar mengelola waktu, atau orang yang produktif, bisa tercemar. Kadang kita berbagi hal pribadi pada rekan kerja karena menganggapnya teman, tapi ternyata si rekan kerja ini ternyata tidak berpihak padamu dan melaporkannya pada si bos atau orang lain.

Baca Juga: Tanda-tanda Inflasi Gaya Hidup: Katanya Mau Resesi tapi Masih Suka Belanja-belanja

Oversharing di tempat kerja, entah itu dengan bos atau rekan kerja, adalah salah satu risiko jika kamu menjalin pertemanan dengan rekan kerja. Sebab, kamu jadi tidak tahu batas-batas antara sharing atau oversharing.

Sharing atau oversharing?
Terkadang orang oversharing di tempat kerja untuk membina hubungan. Mereka berharap berbagi informasi hal pribadi dapat menciptakan bonding dan menegaskan diri mereka sebagai orang yang terbuka dan jujur. Masalahnya, oversharing kerap dilakukan tanpa disadari.

Karena itu, sebaiknya kamu memahami perbedaan antara sharing dan oversharing di tempat kerja menurut laporan The NPD Group, yang berspesialisasi dalam data dan analitik preskriptif di LinkedIn:

Sharing
Apa yang boleh di-share kepada rekan kerja dan terutama supervisor? Umumnya, tidak masalah jika kamu berbagi informasi berisi detail yang positif. Topik yang  termasuk kategori sharing meliputi:

Baca Juga: Mau Penghasilan Tambahan? Yuk, Buka Kelas Pelatihan Sesuai Keahlian Kamu!

• Minat dan hobi, yang bisa membantu memberi gambaran apa yang dilakukan seseorang pada waktu luangnya, asalkan detailnya tidak memengaruhi kehidupan kerja atau kinerjanya.

• Tujuan dan aspirasi. Berbagi target karier kamu dengan supervisor bisa membantu mereka lebih memahami harapan dalam karier dan bagaimana seorang karyawan ingin maju.

Peristiwa besar yang memengaruhi pekerjaan. Hati-hati, bagian terakhir ini jika terlalu detail juga bisa dikategorikan oversharing. Janji temu dokter bisa membuat kamu keluar dari kantor selama beberapa jam. Perselingkuhan yang terjadi di keluarga bisa mengganggu konsentrasi kamu. Sebaiknya, bagikan detail yang bisa meningkatkan kinerja, atau menghindari gunjingan di kantor.

Oversharing
Sharing tentang apa yang bisa membuat kamu kena masalah? Masalah umum dari oversharing di tempat kerja meliputi:

• Gosip kantor. Berbagi informasi pribadi karyawan lain yang mungkin tidak diketahui warga kantor jelas merupakan oversharing, terutama kalau ada yang memberitahu kamu secara rahasia. Kecuali ada sesuatu yang melanggar aturan atau berdampak signifikan terhadap kinerja tim, lebih baik tidak membagikan informasi tersebut.

• Politik dan agama. Dua topik ini sifatnya sangat sensitif dan terlalu pribadi. Oleh karena itu sebaiknya tidak dibawa-bawa ke dalam obrolan di kantor. Mengangkat tema politik dan agama saat ini bisa memicu perselisihan dan kecurigaan yang tak ada habisnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: LinkedIn

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X