Kenapa Sih Bos Itu Susah Banget Kasih Apreasi Kerja ke Karyawannya?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 17 Desember 2022 | 13:00 WIB
 Senang banget rasanya kalau setelah kerja keras kamu dapat apresiasi kerja dari kantor. Sebenarnya apresiasi itu nggak harus berupa bonus uang, ucapan terima kasih rasanya juga sudah cukup.  (pexels.com)
Senang banget rasanya kalau setelah kerja keras kamu dapat apresiasi kerja dari kantor. Sebenarnya apresiasi itu nggak harus berupa bonus uang, ucapan terima kasih rasanya juga sudah cukup. (pexels.com)

"Kalau dipuji, kebanyakan nanti malah jelek, terlalu cepat puas. Atau bahkan nanti menganggap kerjaannya udah paling keren, bagus, ga produktif lagi," ucap yang lainnya. 

Duh, segitunya? Saya bilang.  Sebelum di posisi sekarang ini, ya sebut saja posisi yang punya beberapa anak buah dan pegang satu divisi kecil, saya juga pernah jadi anak buah. 

Bos-bos saya terbilang susaaah banget untuk memuji atau memberi apresiasi kerja. Sebagai anak buah, bukan main rasanya setiap hari udah berusaha keras buat semangat kerja dan kerja semaksimal mungkin, tapi yang ada di kantor cuma kena omel dan dampratan si bos. 

Padahal hey, tahu nggak sih, terkadang bos juga enggak kasih tugas jelas, atau bahkan kasih instruksi sepotong yang mana mereka berharap semua karyawan bisa kaya cenayang buat menebak apa mau mereka. Udah gitu, kena damprat. Wow... 

Sebagai karyawan, dipuji bos (tanpa embel-embel bonus uang atau naik gaji) itu menyenangkan lho. Seolah-olah dapat suntikan semangat ke depannya buat bekerja lebih baik. Ada perasaan bangga yang terasa dan membuat para pekerja jadi lebih puas dan senang, terasa dihargai, dianggap ada, dan diakui.  

Baca Juga: Kenapa Sih Surat Resign Disebut A Letter to Elise?

Sebuah  artikel Psychology Today membahas area otak mana yang dipengaruhi oleh penghargaan dan rasa syukur. Hipotalamus, yang mengontrol fungsi tubuh dasar seperti makan dan tidur, dan dopamin, "neurotransmiter hadiah" sangat dipengaruhi oleh perasaan syukur. 

Alex Korb Ph.D menulis, "Syukur dapat memiliki dampak yang begitu kuat dalam hidup Anda karena melibatkan otak Anda dalam siklus yang baik."

Menunjukkan rasa syukur dapat meningkatkan kesehatan seseorang, meningkatkan kebiasaan tidur yang lebih baik, meningkatkan metabolisme, dan mengurangi stres. Ini berdampak langsung pada hasil kerja dan interaksi karyawan. Dengan apresiasi karyawan, Anda tidak hanya meningkatkan kinerja dan keterlibatan, tetapi juga kesejahteraan dan kesehatan karyawan.

Kondisi ini jelas beda banget dengan bos luar negeri. Bukan bermaksud membandingkan antar negeri, namun apa yang saya pribadi alami, untuk kerja dengan bos dalam juga luar negeri sungguh berbeda. Saya paham kalau ini murni lebih ke pengalaman pribadi dan kepribadian orang. 

Namun bos saya di luar negeri, dan status saya hanyalah karyawan freelance, mereka tak segan memuji, memberi semangat, sekadar mengecek keadaan, bahkan memberi pelatihan tambahan. Hey, saya cuma karyawan freelance dan mereka punya karyawan tetap lainnya di sana dalam jumlah banyak dan perusahaan bonafide. 

"Terima kasih ya, kerjaan kamu bagus seperti biasa," tulis mereka via email. 

"Terima kasih ya bantuannya." 

"Terima kasih sudah sangat membantu kami." 

"Maaf saya kirim chat ke nomor pribadi kamu dan saat weekend, tapi ini mendesak. Bisakah kamu membantu saya?"

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X