PejuangKantoran.com - Setiap pemimpin perusahaan pasti khawatir ketika suatu saat harus mengumumkan PHK dan memberitahu karyawan bahwa mereka akan kehilangan pekerjaan. Bagaimana atasan bisa menangani PHK sebaik mungkin, agar prosesnya tidak terlalu menyakitkan bagi semua orang yang terlibat?
Mulailah dengan empati, baik untuk mereka yang di-PHK maupun bagi karyawan yang tersisa, begitu saran Heidi Brooks, dosen senior perilaku organisasi di Yale School of Management, tentang hal yang bisa dilakukan atasan agar dapat menangani PHK sebaik mungkin.
Kalau kita menghadapi prospek yang buruk untuk memberhentikan satu karyawan atau lebih, dan atasan ingin menangani proses PHK ini sebaik mungkin, inilah sarannya.
Baca Juga: PHK di mana-mana, Tapi Perusahaan Banyak Alami Talent Shortage. Gimana Mengatasinya?
1. Berhentilah menjadi pemecah masalah
Kepemimpinan adalah tentang memecahkan masalah. Namun, "(PHK) Adalah masalah yang mungkin tidak bisa kita selesaikan dengan tepat," kata Brooks. "Jadi itu bisa sulit."
Lebih buruk lagi, itu bisa membuat kita menghindari orang-orang yang di-PHK ketika mereka justru membutuhkan bimbingan dan kepedulian kita. Jadi akui keterbatasan kita, karena saat ini ada ribuan atasan yang berada di posisi yang sama.
2. Luangkan waktu untuk mendengarkan
Jika kita harus memberitahu seorang karyawan bahwa mereka diberhentikan, mungkin kita ingin menyelesaikan percakapan secepat mungkin.
Namun sebagai orang yang terbiasa memecahkan masalah, kita juga harus fokus memberitahu karyawan apa yang akan terjadi pada mereka, dan sumber daya apa yang tersedia untuk mereka.
"Selalu ada tempat untuk bertanya, 'Bagaimana kabarmu? Apa yang kamu pikirkan?'" katanya. Kemudian, dengarkan apa pun yang mereka sampaikan.
Baca Juga: Admin dan HR, Posisi Pekerjaan yang Paling Banyak Diberhentikan Saat Badai PHK
3. Tawarkan bantuan, dan tetaplah berhubungan
Brooks juga menyarankan untuk menanyakan apa yang bisa kita lakukan untuk membantu. Itu tidak berarti kita harus menyetujui apa pun yang mereka minta. "Anda mungkin bisa memberikan rekomendasi atau memperkenalkan mereka pada relasi Anda," katanya.
"Ketika masa-masa sulit datang -dan layoff dianggap sebagai masa-masa sulit- kita perlu bersandar pada kualitas hubungan yang telah kita bangun," katanya. Kita bisa mengatakan, “Saya benar-benar ingin tetap berhubungan dan jika ada apa pun yang dapat saya lakukan, beritahu saya.”
4. Berbicara pada karyawan yang tersisa tentang apa yang akan terjadi
Karyawan yang masih bertahan setelah PHK kemungkinan besar merasa bersalah, mungkin juga kesal dan dilanda kekhawatiran.
Atasan tidak bisa meminta karyawan untuk tidak takut, tetapi bisa memberi gambaran realistis tentang seberapa besar ancaman yang sebenarnya mereka hadapi.
Misalnya, jika layoff sudah berakhir untuk saat ini, beritahu karyawan. Ketidakpastian akan menakutkan bagi siapa saja, jadi berikan gambaran apa pun yang kita miliki tentang masa depan perusahaan, dan bagaimana pekerjaan mereka akan menyesuaikan dengan masa depan tersebut.
Artikel Terkait
25 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia 2022. Garuda Indonesia Peringkat Berapa?
Bintang Avatar: The Way of Water Sam Worthington Pernah Nyaris Kehilangan Kariernya
Angelina Jolie: "Saya Akan Terus Bekerja dengan Pengungsi Selama Sisa Hidup Saya"
Sabar, Masih Seminggu Kerja! Ternyata 87 Persen Orang Indonesia Udah Nggak Sabar Liburan Akhir Tahun
8 Fakta Menarik tentang Argentina yang Pasti Belum Kamu Ketahui!