POV: Ekspektasi Gaji Kamu Lebih Rendah daripada Budget Perusahaan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 5 Januari 2023 | 21:49 WIB
Ilustrasi: Kalau ekspektasi gaji lebih rendah daripada budget perusahaan, apa yang harus dilakukan? (Freepik)
Ilustrasi: Kalau ekspektasi gaji lebih rendah daripada budget perusahaan, apa yang harus dilakukan? (Freepik)

PejuangKantoran.com - Postingan seorang rekruter di media sosial mendapat tanggapan negatif dari banyak pihak. Pasalnya, ia menceritakan bagaimana ia memberi seorang pelamar perempuan gaji 85.000 dollar (setahun), padahal perusahaan punya budget 130.000 dollar untuk posisi yang dilamar. Artinya, ekspektasi gaji lebih rendah daripada budget perusahaan.

“Saya menawarinya gaji tersebut, karena sebesar itulah yang dia minta. Dan secara pribadi saya tidak punya kapasitas untuk memberikan negosiasi gaji,” ujar Mercedes Johnson, yang menjadi rekruter freelance. Jadi, meskipun ekspektasi gaji lebih rendah daripada budget perusahaan, ia tak bisa berbuat apa-apa.

Baca Juga: Apakah Pangeran Harry Menerima Gaji dari Kerajaan? Berapa Warisan yang Diterimanya?

Kalau ekspektasi gaji lebih rendah daripada budget perusahaan, siapa yang salah? Bukannya sudah menjadi tanggungjawab rekruter untuk membantu kandidat yang menilai dirinya terlalu rendah dengan memberikan kisaran gaji yang dimiliki perusahaan?

Mercedes merasa bersalah setelah itu. “Tidak enak rasanya, dan hal ini seharusnya tidak berlaku seperti ini,” katanya. “Dia layak dibayar sesuai kemampuannya oleh perusahaan, terlepas dari berapa yang menurutnya layak untuk tanggung jawab pekerjaannya.“

Apa yang harus dilakukan jika ekspektasi gaji di bawah budget perusahaan, alias gaji kita ternyata terlalu murah buat perusahaan?

Menurut para praktisi rekrutmen, hal seperti ini sebenarnya biasa terjadi.

“Kita semua tahu itu sering terjadi,” kata Tejal Wagadia, Senior Talent Acquisition Specialist di CoffeeAndTejal Bog. “Tetapi orang-orang yang peduli dengan upah yang tidak adil dan menutup kesenjangan upah gender, kesenjangan upah rasial, tidak akan melakukan apa yang dilakukan orang ini.”

Baca Juga: Bukan Gaji Tinggi yang Bikin Karyawan Betah Bekerja di Perusahaan yang Sama

Meskipun begitu, Tejal mengatakan bahwa Mercedes tidak sepenuhnya salah karena ia hanyalah produk dari sistem perekrutan yang dirancang untuk menawar harga kandidat dan menghemat keuangan perusahaan.

Konsultan perekrutan Jennifer Tardy, mencatat bahwa meskipun ini adalah praktik umum, hal itu juga dapat melanggengkan ketidaksetaraan.

“Banyak perekrut telah dikondisikan untuk percaya, adalah hal yang baik kalau ekspektasi gaji pelamar lebih rendah dari kisaran gaji untuk posisi tersebut. Dalam pikiran mereka, mereka sudah menghemat uang perusahaan, yang seringkali perlu dirayakan,” katanya.

Tantangan kedua adalah bahwa banyak perekrut tidak menghubungkan hal ini –kandidat yang direndahkan untuk menghemat uang perusahaan –ke masalah sistemik yang lebih besar mengenai ketidakadilan dalam proses perekrutan.

Jadi idealnya, apa yang seharusnya terjadi dalam negosiasi gaji?

Beberapa pakar perekrutan berkeras bahwa pelamar lah yang bertanggungjawab menakar berapa nilai yang layak untuk posisi yang mereka lamar. Pelamar perlu menyadari bahwa, “Gaji itu disesuaikan dengan peran, bukan orangnya,” kata Jennifer. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X