PejuangKantoran.com - Selamat! Akhirnya kamu dipromosikan menjadi manajer tim, sebuah pencapaian pertama bagi kamu. Luangkan waktu untuk merasa bangga dan mensyukuri pencapaian ini. Tetapi jangan terlalu lama. Hindari menyia-siakan waktu untuk belajar. Karena umumnya ada kesalahan terbesar yang dilakukan manajer baru.
Segera setelah menerima jabatan baru ini, atasan dan laporan kamu akan menilai bagaimana kamu memimpin. Begitu opini sudah terbentuk, akan sulit untuk dilepaskan. Apalagi kalau kamu membuat kesalahan terbesar yang dilakukan manajer baru.
Kemungkinan kamu harus membuktikan diri sekali lagi, karena apa yang berhasil bagi kamu sebagai pemain individu bisa menjadi kejatuhan kamu sebagai manajer. Berikut adalah kesalahan terbesar yang dilakukan manajer baru yang perlu kamu hindari:
Baca Juga: Resolusi 2023 Paling Gampang saat Kamu Jadi Bos: Hargai dan Puji Anak Buah
1. Hanya berpegang pada apa yang membuat kamu sukses sebagai karyawan
Salah satu jebakan terbesar dengan gaya kepemimpinan manajer baru adalah mengira setiap orang akan berperilaku seperti mereka, kata penulis buku The First 90 Days Michael D. Watkins.
Menurutnya, manajer baru hanya punya 90 hari untuk mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari suatu organisasi. Kalau tidak, kecil kemungkinan untuk berhasil.
Solusi: Percepat adaptasi kamu dengan mengajukan pertanyaan yang benar-benar ingin kamu ketahui, dan dengarkan tanggapan dari tim sebelum kamu memikirkan apa langkah selanjutnya.
Begitu kamu menerima bahwa kamu butuh belajar, kamu bisa jujur dengan diri sendiri tentang kelemahan kepemimpinan kamu. Tiga alat dasar untuk mengimbangi kelemahan kamu menurut Watkins adalah "disiplin diri, membangun tim, serta minta saran dan nasihat."
Baca Juga: Duh, Bagaimana Cara Memberitahu Atasan Bahwa Kamu Overwork?
2. Tidak memprioritaskan untuk meraih kepercayaan tim kamu
Ketika kamu menggunakan gelar bos untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, artinya kamu keliru memahami bahwa otoritas kamu cukup berpengaruh untuk menyelesaikan sesuatu.
“Kebanyakan manajer baru berasumsi bahwa mereka sudah mendapatkan kepercayaan tim berdasarkan posisi dan gelar mereka. 'Saya bosnya, jadi, kamu harus mempercayai saya' begitu pemikiran mereka," kata Randy Conley, Vice President of Client Services dari The Ken Blanchard Cos.
Solusi: Luangkan waktu untuk mengenal anggota tim dan mendapatkan kepercayaan mereka. Cari tahu apa yang menjadi perhatian rekan kerja. Jangan lupa, kamu butuh dukungan anak buah dan atasan kamu untuk menjadi pemimpin yang efektif.
3. Terburu-buru mengambil tindakan untuk menegaskan posisi kamu
Artikel Terkait
POV: Ekspektasi Gaji Kamu Lebih Rendah daripada Budget Perusahaan?
Pengakuan Pangeran Harry Membunuh 25 Orang di Afghanistan Dianggap Menyedihkan
Benarkah Perppu Cipta Kerja Menghapus Aturan Cuti Melahirkan? Cek Faktanya Di Sini!
Kucing Taylor Swift Jadi Kucing Terkaya Ketiga, Punya Kekayaan Rp1,5 T! Jangan Bandingin sama Gaji
Kiat Ajil Ditto Fasih Berbahasa Sunda dan Berdoa Bahasa Arab di Film Hidayah
Contoh Jawaban Ketika Ditanya Soal Ekspektasi Gaji Saat Interview Kerja