4 Kesalahan Terbesar yang Dilakukan Manajer Baru (Salah Satunya: Terlalu Berusaha Jadi Teman)

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 7 Januari 2023 | 17:57 WIB
Ilustrasi: Hati-hati dengan kesalahan terbesar yang dilakukan manajer baru. (Freepik/Yanalya)
Ilustrasi: Hati-hati dengan kesalahan terbesar yang dilakukan manajer baru. (Freepik/Yanalya)

PejuangKantoran.com - Selamat! Akhirnya kamu dipromosikan menjadi manajer tim, sebuah pencapaian pertama bagi kamu. Luangkan waktu untuk merasa bangga dan mensyukuri pencapaian ini. Tetapi jangan terlalu lama. Hindari menyia-siakan waktu untuk belajar. Karena umumnya ada kesalahan terbesar yang dilakukan manajer baru.

Segera setelah menerima jabatan baru ini, atasan dan laporan kamu akan menilai bagaimana kamu memimpin. Begitu opini sudah terbentuk, akan sulit untuk dilepaskan. Apalagi kalau kamu membuat kesalahan terbesar yang dilakukan manajer baru.

Kemungkinan kamu harus membuktikan diri sekali lagi, karena apa yang berhasil bagi kamu sebagai pemain individu bisa menjadi kejatuhan kamu sebagai manajer. Berikut adalah kesalahan terbesar yang dilakukan manajer baru yang perlu kamu hindari:

Baca Juga: Resolusi 2023 Paling Gampang saat Kamu Jadi Bos: Hargai dan Puji Anak Buah

1. Hanya berpegang pada apa yang membuat kamu sukses sebagai karyawan

Salah satu jebakan terbesar dengan gaya kepemimpinan manajer baru adalah mengira setiap orang akan berperilaku seperti mereka, kata penulis buku The First 90 Days Michael D. Watkins.

Menurutnya, manajer baru hanya punya 90 hari untuk mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari suatu organisasi. Kalau tidak, kecil kemungkinan untuk berhasil.

Solusi: Percepat adaptasi kamu dengan mengajukan pertanyaan yang benar-benar ingin kamu ketahui, dan dengarkan tanggapan dari tim sebelum kamu memikirkan apa langkah selanjutnya.

Begitu kamu menerima bahwa kamu butuh belajar, kamu bisa jujur dengan diri sendiri tentang kelemahan kepemimpinan kamu. Tiga alat dasar untuk mengimbangi kelemahan kamu menurut Watkins adalah "disiplin diri, membangun tim, serta minta saran dan nasihat."

Baca Juga: Duh, Bagaimana Cara Memberitahu Atasan Bahwa Kamu Overwork?

2. Tidak memprioritaskan untuk meraih kepercayaan tim kamu

Ketika kamu menggunakan gelar bos untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, artinya kamu keliru memahami bahwa otoritas kamu cukup berpengaruh untuk menyelesaikan sesuatu.

“Kebanyakan manajer baru berasumsi bahwa mereka sudah mendapatkan kepercayaan tim berdasarkan posisi dan gelar mereka. 'Saya bosnya, jadi, kamu harus mempercayai saya' begitu pemikiran mereka," kata Randy Conley, Vice President of Client Services dari The Ken Blanchard Cos.

Solusi: Luangkan waktu untuk mengenal anggota tim dan mendapatkan kepercayaan mereka. Cari tahu apa yang menjadi perhatian rekan kerja. Jangan lupa, kamu butuh dukungan anak buah dan atasan kamu untuk menjadi pemimpin yang efektif.

3. Terburu-buru mengambil tindakan untuk menegaskan posisi kamu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X